SUARATERKINI, Tanjungpandan – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, daging sapi di pasar Tanjungpandan meningkat menjadi Rp 170.000 per kilogram. Namun demikian, Perum Bulog yang selama ini menjadi alternatif tujuan masyarakat dalam mencari daging apabila daging sapi harganya mahal atau stok terbatas, juga tengah mengalami kekosongan daging kerbau beku.

“Saat ini untuk sementara stok daging beku kosong, masih dalam proses penerimaan administrasi impor dari negara lain di Jakarta,” ujar Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Pembantu Belitung, Romi Victa Rose di Tanjungpandan, Senin (10/5).

Dalam inspeksi mendadak ke gudang Bulog yang dihadiri Bupati Belitung, Kapolres, Dandim, dan Ketua DPRD Belitung pada Senin (10/5), didapati bahwa stok bahan makanan hampir semua mencukupi, namun hanya daging beku yang stoknya kosong.

“Bupati juga mengerti, bahwa keadaannya memang stok sedang kosong. Kita sudah mengajukan permintaan namun belum ada pengiriman sampai saat ini,” kata Romi.

Menurutnya, negara mengimpor beberapa puluh ton dari luar negeri, karena saat ini permintaan daging beku cukup banyak, bukan hanya Bangka Belitung saja, tapi juga permintaan dari Bulog seluruh indonesia.

“Bulog Belitung sebenarnya sudah meminta dari bulan April sebanyak 10 ton, namun saat itu stok di Jakarta masih kosong, pengiriman dari luar agak terlambat masuknya. Saat ini sedang proses administrasi di bea cukai,” tambahnya.

Dikatakan dia, kemungkinan pasokan daging beku tersebut akan masuk di Belitung pada akhir Mei. Jumlahnya pun tidak 10 ton sesuai permintaan, namun hanya 3,5 ton, karena harus berbagi dengan daerah lain.

“Sebenarnya izin kuotanya 10 ton, namun karena stoknya juga terbatas, kami hanya dapat 3,5 ton. Kemungkinan di bulan Juni stoknya baru bisa tercapai,” katanya.

Menurutnya, untuk menghindari Inflasi karena kekurangan stok daging dan harga daging sapi yang masih tinggi, tim satgas pangan dari provinsi masih terus mengupayakan berbagai strategi.

“Menurut informasi, dalam waktu dekat Gubernur akan datang dan menggelar Operasi Pasar di Belitung dan Belitung Timur, dengan pelaksananya Disperindag Provinsi dan satgas pangan,” paparnya.

Untuk ketersediaan komoditi lain menurutnya, masih mencukupi dalam menghadapi Lebaran 1442 yang tinggal menghitung hari.

“Jumlah beras saat ini ada 602 ton, cukup sampai 5 bulan ke depan. Gula pasir ada 60 ton, minyak goreng 8 ton, serta tepung terigu juga 8 ton,” tutupnya. (wil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here