SUARATERKINI, Jakarta – Fakultas Teknik Usahid Jakarta gelar Webinar Series #2 dengan tema New Model Aktualisasi K3: Adaptasi Dari Pandemi Covid-19, Senin (20/7/20).

Para Pembicara pada Webinar kali ini, adalah; Ade Kurdiman, ST., M.KKK (Direktur LSP PT. Harmoni Panca Utama), Soehatman Ramli.,SKM., MBA (Presdir Prosafe Institute) dan, Ir. Amri AK., MM (Dosen AKA Migas Balongan).

Dan, selaku moderator, Dr. Ir. Djati Poetryono, MM, dengan Host Dr. Ekaterina Setyawati, ST.,MT, Dosen Fakultas Teknik Usahid.

Webinar Series FT Usahid Jakarta, diawali dengan sambutan dari Dekan FT Usahid Jakarta, Dr. Ninin Gusdini, ST, MT.

Ade Kurdiman, ST, M.KKK, dalam paparannya yang berjudul Safety Resilienceas a new thinking in new normal era antara lain memaparkan Implikasi pandemi Covid-19 dalam bisnis perusahaan antara lain ketidakpastian penghasilan, peningkatan biaya karena protokol Covid-19, ketidakpastian arus kas, ketidakpastian untung dan rugi.

Tetapi kehidupan Kehidupan tetap harus berlanjut (individu, organisasi, dsb) dari semua aspek sosial – ekonomi, operasional, dsb.

Oleh karena itu Budaya Keselamatan organisasi di mana keselamatan dan kesehatan dipahami dan diterima sebagai prioritas tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ir. Amri AK, MM, menyatakan, ada 7 tahapan penyusunan perencanaan keberlangsungan usaha menghadapi Pandemi Covid-19 antara lain :

1. Mengenal prioritas usaha.
2. Identifikasi Risiko Pandemi.
3. Perencanaan mitigasi risiko pandemi.
4. Identifikasi respon dampak pandemi.
5. Merancang dan mengimplementasikan perencanaan keberlangsungan usaha.
6. Mengkomunikasikan perencanaan keberlangsungan usaha.
7. Uji perencanaan keberlangsungan usaha.

Dan, Soehatman Ramli, SKM, MBA, menyampaikan,” ada perlunya perubahan paradigma berbudaya K3. Pertama, perlunya perubahan paradigma, bahwa bahaya dan risiko ada dimana-mana.

Kedua, perlu menerapkan standar dan norma baru dalam setiap aktivitas berbasis risk dan safety. Dan, ketiga menanamkan budaya safety individu, keluarga, tempat kerja, komunitas umum, negara/ bangsa dan global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here