Krista Exhibitions Gandeng IEG Italia, Buka Peluang Gelato Indonesia Tembus Pasar Global

AdvertisementAds

SUARATERKINI, Jakarta – Kekayaan bahan baku lokal dan kreativitas chef Indonesia berpotensi menjadi modal besar untuk membawa gelato bercita rasa Nusantara ke pasar internasional. Peluang tersebut semakin terbuka melalui penjajakan kerja sama antara Krista Exhibitions dan Italian Exhibition Group (IEG), perusahaan penyelenggara pameran internasional asal Italia, untuk memperkuat industri gelato Indonesia.

Kolaborasi ini diharapkan membuka akses lebih luas bagi pelaku usaha nasional terhadap jaringan bisnis internasional, teknologi, kompetisi, serta pengembangan pasar melalui platform pameran bergengsi seperti SIGEP dan program Gelato World Tour.

Peluang kerja sama tersebut mengemuka dalam rangkaian Krista InterFood 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang.

Senior International Project Manager IEG Asia, Giacomo Alberti, yang berbasis di Singapura, mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar potensial bagi perkembangan industri gelato. Selain memiliki jumlah konsumen yang besar, Indonesia juga kaya akan bahan baku lokal serta kreativitas pelaku industri kuliner.

“Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk gelato dengan karakter khas Indonesia yang memiliki daya saing di pasar internasional,” ucapnya, Sabtu (7/11)

Kerja sama Krista Exhibitions dan IEG salah satunya diarahkan untuk memperluas pengembangan Gelato World Tour, sebuah program internasional yang berfokus pada promosi, inovasi, dan pengembangan industri gelato.

IEG merupakan perusahaan penyelenggara pameran internasional yang berbasis di Rimini, Italia. Salah satu portofolio unggulannya adalah SIGEP, pameran yang berfokus pada industri gelato, pastry, kopi, pizza, dan bakery.

BACA JUGA:  Pertama di Indonesia, Nasi Telor Ceplok Viral ala Wowteg

Dengan pengalaman hampir 50 tahun, SIGEP telah berkembang menjadi platform bisnis internasional yang mempertemukan produsen, distributor, pengusaha, dan profesional industri makanan dan minuman dari berbagai negara.

Giacomo menjelaskan, SIGEP tidak hanya menjadi ajang transaksi bisnis antarpelaku usaha atau business to business (B2B), tetapi juga sarana memperkenalkan produk, membangun jaringan, serta memperluas akses pasar.

Dalam perkembangannya, IEG terus memperluas jaringan SIGEP ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, China, dan kawasan Asia Tenggara.

SIGEP Asia menjadi salah satu platform strategis untuk memperkuat pasar regional dengan cakupan industri gelato, pastry, kopi, pizza, bakery, hingga restoran.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, IEG juga telah mengembangkan operasional di Singapura sekitar empat tahun lalu. Kehadiran ini dinilai penting untuk memperkuat konektivitas bisnis sekaligus memahami potensi pasar Asia Tenggara.

Besarnya skala penyelenggaraan SIGEP di Italia menunjukkan peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku industri gelato Indonesia untuk memperluas bisnisnya.

Giacomo mengungkapkan, SIGEP di Italia menempati area sekitar 138.000 meter persegi dengan durasi penyelenggaraan selama lima hari.

Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 1.400 peserta pameran dari berbagai negara, sekitar 400 kegiatan industri, serta kurang lebih 200.000 pengunjung dari 160 negara.

BACA JUGA:  Gandeng Weird Genius, Foom Rilis Produk Terbarunya Smiley Edition

Menurutnya, keikutsertaan dalam pameran internasional memberikan banyak keuntungan bagi pelaku usaha. Tidak hanya memperluas jaringan bisnis dan memperkenalkan produk, tetapi juga membuka kesempatan untuk mempelajari perkembangan teknologi, tren, serta inovasi terbaru di industri gelato.

IEG yang selama ini telah memperkuat pasar SIGEP di Italia, Eropa, dan negara-negara Barat kini semakin serius mengembangkan penetrasi pasar Asia, khususnya Asia Tenggara.

Kawasan ini dinilai memiliki prospek pertumbuhan menarik, termasuk bagi Indonesia yang memiliki kekuatan dari sisi pasar dan ketersediaan bahan baku.

Selain peluang bisnis, kolaborasi internasional juga diharapkan mampu mendorong inovasi produk gelato berbasis bahan baku lokal.

Giacomo mengaku terkesan dengan beragam kreasi yang ditampilkan dalam kompetisi gelato yang melibatkan 10 chef dari berbagai negara.

Setiap peserta menghadirkan karakter dan kreativitas berbeda, mulai dari perpaduan rasa, pemilihan bahan baku, hingga penyajian produk.

Salah satu kreasi yang menarik perhatiannya adalah gelato bertema Childhood Memories atau Kenangan Masa Kecil. Kreasi tersebut memperlihatkan bagaimana pengalaman dan kenangan pribadi dapat diterjemahkan menjadi sebuah produk kuliner yang memiliki cerita sekaligus keunikan rasa.

Menurut Giacomo, perpaduan teknologi mesin gelato Italia, bahan baku berkualitas dari berbagai negara, serta kreativitas chef lokal dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan karakter dan selera konsumen Indonesia.

BACA JUGA:  ILF Expo 2025 Siap Dorong Pertumbuhan dan Kolaborasi

Ia juga melihat peluang besar bagi chef muda Indonesia untuk mempelajari teknik pembuatan gelato melalui pelatihan dan berbagai platform internasional.

Setelah menguasai teknik tersebut, para chef dapat mengembangkan kreasi sendiri dengan memanfaatkan kekayaan bahan baku Nusantara.

Dengan demikian, gelato Indonesia tidak sekadar mengikuti tren global, tetapi juga berpeluang memiliki identitas rasa tersendiri melalui penggunaan bahan-bahan lokal.

Sebagai bagian dari penguatan jaringan industri gelato di kawasan Asia Tenggara, IEG mengundang pelaku industri, komunitas gelato, dan insan media untuk berpartisipasi dalam SIGEP Asia.

Pameran internasional tersebut dijadwalkan kembali berlangsung di Singapura pada 14–16 Juli 2027.

SIGEP Asia diharapkan menjadi ruang pertemuan strategis bagi pelaku industri internasional untuk memperluas kerja sama, bertukar pengetahuan, memperkenalkan inovasi, sekaligus membangun jaringan bisnis di kawasan Asia Tenggara.

Melalui penjajakan kolaborasi dengan Krista Exhibitions, IEG berharap pelaku industri gelato Indonesia semakin memiliki kesempatan untuk berkembang, baik dari sisi inovasi produk, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, maupun perluasan pasar.

Kekayaan bahan baku lokal yang dipadukan dengan teknologi dan pengalaman internasional menjadi peluang bagi Indonesia untuk membangun industri gelato yang memiliki karakter kuat dan mampu bersaing di pasar global.