SUARATERKINI, Jakarta – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di pasca pandemi dituntut dengan melakukan reorientasi pangan Go Digital yang terkoneksi dengan platform e-commerce dan melakukan transaksi non tunai serta menggunakan media sosial sebagai sarana marketing dan promosi.

Untuk menjawab bagaimana strategi Reorientasi Usaha Kecil Menengah Menuju Tatanan Baru Industri Pangan Pasca Pandemi Covid-19. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sahid Jakarta menggelar SARAPAN (ShARing hAsil Penelitian dan kajian kebijakAN) Webinar daring.

Kerjasama LPPM Usahid dengan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Jakarta dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Giyatmi, MSi yang diselenggarakan pada Selasa, 16 Juni 2020 lalu.

Hadir sebagai narasumber antara lain Ir. Franciscus Welirang – PT. Indofood Sukses Makmur; Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc – Vice Chair Codex Alimentarius, Senior scientist SEAFAST Center IPB dengan topik peningkatan penguasaan & penegakan sistem jaminan keamanan pangan pada industri pangan pada masa pandemi dan tatanan normal baru); Prof. Dr. Ir. S Joni Munarso, MS – Balai Besar Penelitian & Pengembangan Pasca Panen Pertanian dengan topik prospek pengembangan usaha pengolahan pangan local pasca Covid-19 ; Dr. Rahmawati, M.Si – Prodi Teknologi Pangan Universitas Sahid Jakarta dengan topik teknologi pangan prospektif pasca pandemi; dan Dr. Dwi Djoko Slamet Santoso – Alumni Tekn. Pangan USAHID, Wirausaha PT. Blang Group dengan topik sharing experience : kelemahan & potensi perbaikan UMKM pangan pasca Covid-19. Moderator oleh Dr. Ardiansyah – Sekjen PATPI Pusat/ Prodi Pangan Univ. Bakrie.

Ir. Franciscus Welirang, PT. Indofood Sukses Makmur, menyampaikan beberapa hal penting dalam pengembangan industry pangan, termasuk UKM Pangan adalah dimulai sejak pengembangan teknologi benih, teknologi budidaya, teknologi pasca panen, dan teknologi pengolahan pangan.

Pandemi Covid 19 menyebabkan perubahan gaya hidup, termasuk pola konsumsi pangan. Dengan adanya pandemi covid 19, masyarakat menuntut makanan yang sehat dan aman, baik dalam pengolahan, pengemasan, dan distribusi sampai ke tangan konsumen,” ucapnya.

Sementara itu, Vice Chair Codex Alimentarius, SEAFAST Center IPB – Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc menyampaikan bahwa keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi merujuk pada UU no 18 tahun 2012.

Pentingnya peningkatan penguasaan & penegakan system jaminan keamanan pangan pada industri pangan di masa pandemi/normal baru karena tuntutan konsumen terhadap keamanan pangan menjadi semakin tinggi.

Untuk itu jaminan keamanan pangan pada industri pangan di masa pandemic/normal baru merujuk pada pedoman dari Lembaga otoritatif bidang keamanan pangan seperti FAO/WHO:covid-19 and food safety : guidance for food Business dan BPOM RI : pedoman produksi & distribusi pangan olahan pada masa status darurat kesehatan corona virus diseas 2019 (Covid-19) di Indonesia tahun 2020.

Pembicara lain, Prof. Dr. Ir. S Joni Munarso, MS, Balai Besar Penelitian & Pengembangan Pasca Panen Pertanian, menjelaskan sasaran pengembangan industri pangan lokal berbasis UMKM yaitu dengan meningkatkan nilai tambah pangan lokal; menurunkan susut hasil panen; menumbuhkan kemitraan dalam produksi dan pemasaran pangan lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM sector pangan lokal.

Dr. Rahmawati, M.Si dalam paparannya menjelaskan bahwa Covid 19 tidak menular melalui makanan dan masyarakat makin sadar pentingnya keamanan pangan dan sanitasi. Saat ini untuk memenuhi kebutuhan pangan, masyarakat banyak melakukan pemesanan via online dan lebih memilih makanan untuk meningkatkan imunitas.

Dr. Dwi Djoko Slamet Santoso – Alumni Tekn. Pangan USAHID, Wirausaha PT. Blang Group menekankan beberapa strategi reorientasi jaringan pemasaran UMKM pangan, seperti mendapatkan suplai bahan baku berkualitas dan kontinyu; kemampuan untuk melakukan promosi dan berkompetisi di pasar bebas; mutu produk dan arti kepuasan pelanggan; UMKM sebagai mitra bisnis; Kemasan yang menarik dan diminati; serta Informasi pasar produk yaitu promosi produk-produk UMKM; Kesesuaian produk UMKM dengan permintaan pasar; informasi desain produk; keberlanjutan produk dengan dunia ekspor; stabilitas kualitas produk untuk pemenuhan pasar, manajemen produksi, pasar dan kualitas yang berkelanjutan.

Webinar ditutup dengan Foto Bersama Narasumber dan Peserta dalam satu frame. Semua peserta mendapatkan e-sertifikat. Webinar dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting dan Youtube Live Streaming. Webinar diikuti oleh lebih dari 1.200 peserta yang terdiri dari Akademisi, Peneliti, Mahasiswa, Pelaku Usaha, Pemerintah Daerah dan Masyarakat Pemerhati Pangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here