SUARATERKINI, Tanjungpandan – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melalui Instruksi Mendagri (Inmendagri) nomor 32 Tahun 2021 menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di seluruh Indonesia yang penerapannya berbeda di setiap daerah.

Dalam Inmendagri tersebut, hanya Kabupaten Bangka di Provinsi Bangka Belitung yang masih wajib menerapkan PPKM Level 4 sampai 23 Agustus 2021. Sementara Kabupaten Belitung sudah diturunkan ke level 3 dan PPKM diperpanjang sampai tanggal 16 Agustus 2021.

Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan walaupun sudah diturunkan ke level 3, masyarakat tidak boleh lengah karena virus corona ini masih bisa menulari orang lainnya jika masih ada yang kena.

“Diturunkan ke level 3 berarti masih banyak orang yang terpapar. Saat ini pemda sedang menginventarisir kasus dan kontak erat per kelurahan/desa. Jika suatu desa masih banyak yang terpapar atau zona merah, desa tersebut tidak akan diturunkan levelnya ke level 3,” ujar Bupati kepada wartawan, Selasa (10/8).

Menurutnya, bila masih dalam zona merah, aktivitas apapun di desa tersebut tidak ada pengurangan level. Contohnya, rumah makan belum bisa melayani makan di tempat setelah jam 8 malam.

Terkait pelaksanaan pendidikan pada PPKM level 3 menurutnya, sekolah dapat membuka kembali tatap muka dengan sistem dalam seminggu siswa dapat masuk 2-3 hari dan ketersediaan satu kelas maksimal 25 persen.

“Untuk rumah makan boleh makan di tempat sampai jam 10 malam. Sementara pasar tetap harus 50%,” tegasnya.

Sementara untuk tempat hiburan masyarakat seperti pantai Tanjungpendam, sudah boleh dibuka untuk masyarakat yang berjualan dan berolahraga, tapi untuk aktivitas lama seperti nongkrong dan masih dibatasi sampai pukul 8 malam.

“Lain halnya dengan tempat hiburan malam, yang masih perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut,” ujarnya.

Dalam menangani penyebaran virus corona yang masih ganas, pihaknya masih akan menggalakan tracing dan vaksinasi. (wil).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here