Suaraterkini, Berlin Jerman,- Dalam rangka menghadiri 14th Annual Meeting of Internet Governance Forum 2019 yang berlangsung 25 sampai 29 November 2019, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny G Plate, menyampaikan kesuksesan tata kelola internet di Indonesia.

dalam rilis yang diterima redaksi, Menkominfo Johny G Plate memaparkan kebijakan dan strategi Indoensia dalam hal infrastruktur dan konektivitas, penetrasi internet dan media sosial, ekosistem ekonomi digital, dan isu pengelolaan internet di Indonesia.

Setelah itu Menkominfo dijadwalkan akan menghadiri pertemuan bilateral dengan Deputi Sekretaris Jenderal OECD, Ulrik Knudsen. Siangnya, Menteri Johny akan menjadi panelis dalam dua sesi diskusi, yaitu tentang “Security & Safety, Stability, and Resilience” dan “ Data Governance”.

Acara puncak IGF 2019 dimulai pada 26 November 2019. Menkominfo dijadwalkan menjadi salah satu panelis pada sesi “Strengthening Digital Ecosystem for Better Digital Inclusion” dan “Strengthening Digital Transformation through Digital Security”.

“Indonesia merupakan salah satu negara pengguna Internet terbesar di dunia, sekaligus juga berhasil menunjukkan diri sebagai salah satu kekuatan ekonomi digital baru dunia. Pengalaman-pengalaman pengelolaan isu infrastruktur, ekonomi digital, literasi digital, regulasi, industri, dan tatakelola internet akan menjadi bahan-bahan sharing saya dalam forum IGF tersebut” tutur Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny G Plate.

Dengan partisipasi aktif netizen dalam tataran global, Indonesia memiliki banyak best practice dan success story pengelolaan internet, baik untuk kepentingan produktivitas seperti e-commerce, maupun untuk kepentingan leissure seperti penggunaan media sosial yang sangat marak,” tutur Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny G Plate.

“Sangat menarik karena semua pencapaian tersebut bukan hanya diraih karena jumlah penduduk yang tinggi, namun juga oleh berbagai strategi dan kebijakan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi berikut ekosistem dan industrinya. Semua pencapaian itu diraih dalam konteks pengembangan infrastruktur jaringan yang banyak menemui hambatan, terutama demografis, geografis, dan finansial. Semua pencapaian itu juga tak luput dari banyak permasalahan yang menjadi dampak dari derasnya arus informasi dan transformasi akibat internet dan digitalisasi,” lanjutnya.

Sebagai catatan, menurut laporan dari Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), dari total populasi sebanyak 264 juta jiwa penduduk Indonesia, ada sebanyak 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8 persen yang sudah terhubung ke internet pada tahun 2018.

Dengan pengguna dan pasar sebesar itu, Indonesia juga menorehkan catatan rekor dalam perkembangan ekonomi digital. Portal berita bisnis forbes.com bahkan menyebut bahwa Indonesia merupakan macan ekonomi digital di Asia Tenggara berkat ukuran ekonomi digitalnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here