SUARATERKINI, Jakarta – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usahanya KlikDokter mendukung Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam peluncuran aplikasi “klikkb” yang akan menghubungkan secara langsung antara akseptor Keluarga Berencana (KB) dengan bidan dan memungkinkan akseptor mendapatkan informasi secara interaktif atau konseling.

Peluncuran klikkb ini dilakukan oleh dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. Daeng M Faqih,SH,MH, , Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Bonny Anom, Deputy CEO KlikDokter di Kantor Pusat BKKBN, Jakarta.

Klikdokter berkomitmen dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat dengan terus meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terhadap nilai-nilai kesehatan seperti Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Stunting serta peningkatan kesadaran Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi,” ujar Bonny Anom, Deputy CEO KlikDokter.

Dengan kolaborasi aplikasi klikkb ini masyarakat dapat memanfaatkan layanan live chat dengan provider, informasi tempat pelayanan KB, alarm pengingat baik bagi provider maupun akseptor untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi ulangan,” lanjut Bonny.

Kami meluncurkan aplikasi klikkb sebagai salah satu upaya untuk menjangkau Pasangan Usia Subur (PUS) agar terakses informasi, mendapatkan pelayanan kontrasepsi dan menjaga kesertaannya. Hal ini dilakukan karena semakin tingginya persentase kehamilan tidak dikehendaki selama masa pandemik COVID-19,”ujar dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) Kepala BKKBN.

Penggunaan kontrasepsi mengalami penurunan yang cukup drastis selama masa pandemi COVID-19 ini berdampak pada meningkatnya jumlah kehamilan yang tidak diinginkan,” lanjut dr. Hasto.

Aplikasi ini diharapkan dapat membantu Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dalam hal mengetahui kebutuhan Pasangan Usia Subur terhadap jenis kontrasepsi sehingga dapat menjadi masukan bagi kebijakan program.

Ketersediaan alat dan obat kontrasepsi dapat dipantau sehingga mencegah terjadinya stock out di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kedepannya, klikkb akan dikembangkan secara bertahap melalui fase-fase yang telah ditentukan dan jumlah tenaga kesehatan disesuaikan dengan kapasitas sesuai fase tersebut.

Saat ini tenaga kesehatan yang dilibatkan sebagai pemberi layanan adalah bidan sebanyak 2.000 yang tersebar di seluruh Indonesia dan bidan konselor yang akan bertugas memberikan konsultasi melalui klikkb.

Kemudian sebanyak 2000 bidan sedang dipersiapkan untuk wilayah Jawa dan Bali. Sosialisasi yang dilakukan pun secara bertahap, tahap pertama disosialisasikan di 7 provinsi, tahap kedua 12 provinsi dan tahap ketiga 15 provinsi.

Dengan adanya aplikasi ini diharapkan akan mendekatkan pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi kepada masyarakat karena pemakaian teknologi saat ini menjadi hal penting dalam mengakomodir perubahan zaman yang serba cepat dan dinamis, termasuk dalam pelayanan kontrasepsi.

Harapannya, dengan adanya aplikasi ini, tujuan akhir membentuk keluarga aman, tenteram dan mandiri dapat bisa tercapai melalui perencanaan keluarga.

klikkb ini diluncurkan BKKBN dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh pada tanggal 26 September. Hari Kontrasepsi Sedunia merupakan kampanye global yang dilakukan setiap tahun di dunia dengan visi di mana setiap kehamilan merupakan kehamilan yang direncanakan.

Hari Kontrasepsi Sedunia diluncurkan pada tahun 2017 dengan misi untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kontrasepsi dan memberikan informasi kepada masyarakat agar dapat memahami dan membuat keputusan yang tepat terkait kesehatan reproduksinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here