SUARATERKINI, Tanjungpandan – Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Bangka Belitung menyelenggarakan Madrasah Kader NU (MKNU) ke III angkatan 291 di Hotel Demuon Jl. Sudirman Tanjung Pandan Kab. Belitung.

Acara yang digelar selama 29 Mei – 1 Juni 2021 ini mengambil tema “Konsolidasi Jam’iyah, penguatan SDM menuju kebangkitan satu abad  Nakhdatul Ulama”.

Ketua PWNU Bangka Belitung yang diwakili KH. Arka’a menyampaikan bahwa pihaknya berterima kasih kepada PCNU Belitung dan Pemerintah Kabupaten Belitung yang telah memfasilitasi kegiatan MKNU Belitung.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah mendukung pelaksanaan MKNU, NU sangat dekat dengan umat dan NU adalah salah satu ormas yang ikut berperan dalam keberlangsungan pemerintahan,” ujar Kyai Arka.

Pihaknya berharap, kegiatan MKNU yang diikuti 192 peserta dari Kabupaten Belitung dan Belitung Timur ini dapat dilaksanakan sebaik baiknya karena MKNU wajib dilaksanakan oleh kader NU.

Ketua PCNU Kab. Belitung, H. Huzaidi Husin mengatakan MKNU merupakan hasil muktamar di Jombang pada tahun 2015, kegiatan ini untuk mengenali NU lebih dalam dalam menyikapi NU kedepan.

“Kegiatan ini juga merupakan pendidikan kekaderan yang wajib diikuti oleh kaum nahdiyin, MKNU merupakan lembaga dalam menyelaraskan program,” tambahnya.

Selain itu menurutnya, MKNU dilakukan untuk meneguhkan akhlusunah walamaah dan meneguhkan NKRI untuk membendung kelompok yang merongrong NKRI.

“NU perlu memperjuangkan hal hal yang berkaitan dengan keumatan dan kebangsaan, diharapkan NU ke depan semakin maju dan tetap bersinergi dengan pemerintah,” lanjutnya.

Sementara itu, sambutan Bupati Belitung yang disampaikan oleh Sekda Belitung Hendra Caya, menyampaikan bahwa pemerintah daerah mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan MKNU di Kab. Belitung.

“Kegiatan MKNU sangat bermanfaat bagi umat khususnya kader NU, diharapkan PBNU dapat menyelenggarakan lagi kegiatan seperti ini, apalagi Belitung merupakan daerah pariwisata,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah Belitung sangat mendukung kegiatan keagamaan dalam kondisi pandemi Covid-19, namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan. (wil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here