SUARATERKINI, Jakarta,- Remaja berusia 11-25 tahun rentan akan Self Harm atau cara melampiaskan stres sesaat dengan menyakiti atau membahanyakan dirinya.

Menurut Dosen Psikologi Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta Nurul Adiningtyas, M.Psi Psikolog, dalam keterangannya mengatakan, pandemi Covid-19 membuat Self Harm pada remaja terutama siswa SMA perlu penanganan serius apapun alasan dibaliknya.

“Self Harm terjadi pada usia 11-25 tahun dan ini biasanya dimulai sebagai cara untuk meredakan tekanan yang menumpuk dari pikiran dan perasaan yang membuat stres dengan cara menyakiti diri, dan sebagainya hanya untuk melampiaskan tekanan sementara” jelas nurul dalam daring yang digelar Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta melaksanakan salah satu tri darma perguruan tinggi berupa Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) dengan judul “Penanganan Self-Harm Pada Siswa SMA” secara daring bekerjasama dengan Guru di Suku Dinas Pendidikan wilayah I Jakarta Barat pada (12/3) lalu.

Menurut Nurul, Penyebab Self Harm mulai dari permasalahan di dalam keluarga, teman sebaya atau lingkungan, dan itu bisa dideteksi dengan cara perubahan gaya berpakaian, penuruan prestasi disekolah dan menyakiti atau mengindahkan keselamatan diri.

“Untuk mengatasi Self Harm selain mengerjakan rutinitas kegiatan, perlu menenangkan diri seperti mendengarkan musik, menggambar, merawat hewan, tumbuhan dan sebagainya tapi kalau kodisi parah maka perlu melakukan konseling dan komunikasi dengan orang tua jika memungkinkan” ungkap Nurul Adiningtyas.

Dengan adanya PPM dengan guru SMA di DKI Jakarta ini, diharapkan guru SMA dapat mengatasi kesehatan mental dimasa pandemi covid-19 ini, sehingga dapat meningkatkan potensi dan prestasinya, harap Nurul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here