SUARATERKINI, Jakarta,- Pusat Bahasa Mandarin (PBM) Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) bekerja sama dengan Ikatan Guru Bahasa Mandarin Indonesia (IGUMI) dan kedutaan besar Tiongkok di Indonesia menggelar Forum Kepala Sekolah dan Guru Bahasa Mandarin tingkat Nasional di Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bahasa Kemdikbud, Jagakarsa, Jakarta, Rabu (29/6).

Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M. Sc disela-sela acara mengatakan, Kegiatan Forum Kepala Sekolah dan Guru Bahasa Mandarin tingkat Nasional dilaksanakan dalam upaya meningkatkan bahasa mandarin di Sekolah.

“Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk mempelajari bahasa maupun budaya mandarin terus berkembang, hal ini tidak terlepas dari banyaknya investasi, produk dan film dari Cina masuk Indonesia di tambah negara Cina yang berkembang pesat, secara tidak langsung membuka lapangan kerja,” jelasnya.

Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Prof Asep Saefuddin., M.Si (duduk kedua dari kanan) berfoto bersama Kepala sekolah, pada kegiatan pelatihan guru bahasa mandarin

UAI sebagai kampus swasta pertama di Jakarta yang memiliki Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok UAI dengan Fujian Normal University (FNU) sudah berjalan sejak tahun 2004. Telah meluluskan ratusan sarjana dan telah berkarir tidak hanya di Indonesia namun ke Tiongkok.

Hal senada dikatakan Direktur Pusat Bahasa Mandarin (PBM) Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Feri Ansori, S.S., M.Ed, meningkatnya minat akan bahasa dan budaya Cina tidak terlepas dari kemajuan negara Cina dan banyaknya keturuan Cina yang ada di Indonesia, sehingga memiliki daya tarik tinggi, namun sekolah atau guru bahasa mandarin di Indonesia sangat sedikit, melalui kegiatan ini setiap kepala sekolah dan guru diberikan pelatihan bahasa mandarin terutama sekolahnya yang membuka kelas mandarin, UAI akan memberikan fasilitas sarana dan prasarana pembelajaran terkait bahasa maupun budaya mandarin.

Pelatihan yang berlangsung 28-30 Juni 2022 dihadiri puluhan kepala sekolah dan guru seluruh Indonesia ini, lanjut Feri Ansori berharap para guru dan kepala sekolah dapat bertukar informasi terkait bahasa maupun budaya mandarin, sehingga generasi muda Indonesia bisa bersaing di kancah internasional salah satunya Tiongkok.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, lanjut Prof Asep, UAI juga tengah melaksanakan program Double Degree dengan International College of Chinese Studies melalui program 1+2+1, yaitu tahun pertama mahasiswa berkuliah di UAI, kemudian tahun ke dua dan ketiga kuliah di FNU, dan tahun ke empat kembali ke UAI untuk menyelesaikan studi, dan akan mendapatkan dua gelar sarjana dari UAI dan juga Fujian Normal University.

“Dengan program tersebut selain membuka kesempatan untuk berkarir di Tiongkok terbuka lebar, juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia terkait bahasa dan budaya mandarin terutama tenaga profesional bertaraf Internasional” pungkas Asep yang juga Guru Besar IPB. (Rep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here