SUARATERKINI, Jakarta,- Politisasi isu sara pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 menyebabkan masyarakat terpecah belah terutama di media sosial, saling caci maki dengan julukan cebong dan kampret bahkan sampai saat ini.

Hal tersebut dikatakan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Republik Indonesia Rahmat Bagja, S.H., L.LM. Dalam orasi Ilmiah pada pelantikan mahasiswa baru program kelas karyawan dan alih jenjang tahun ajaran 2022/2023, Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), secara hybrid, di Auditorium Arifin Panigoro di Lt.3 gedung UAI Sabtu (01/01).

“Berkaca pada pemilu 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), tidak hanya menindak pelanggaran peserta pemilu namun mengurangi persoalan sebelum pemilu seperti yang terjadi pada 2019 lalu, untuk itu Bawaslu mengajak semua lapisan masyarakat terutama mahasiswa untuk berperan aktif menjadi pemilih dan pengawas pemilu sehingga pemilu dapat berjalan dengan baik jujur, adil dan aman” jelasnya.

Dengan tema “Upaya Bawaslu dalam Meningkatkan Kualitas Pemilu Indonesia Bermutu”, lanjut Rahmat Bagja, yang juga Alumni UAI mengatakan, pada pemilu 2024, kita berharap peran serta generasi muda dan semua lapisan masyarakat untuk bersatu padu menjadikan pemilu 2024 sebagai pesta demokrasi masyarakat Indonesia yang berlangsun aman, jujur damai dan tertib.

Sementara itu, Rektor UAI, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc., sesaat setelah melantik mahasiswa baru menyampaikan pesan kepada Mahasiswa/I UAI, “Pada saat bani umayyah dan abasyah adalah masa-masa orang muslim bisa menemba ilmu. Sampai kita dikenal dengan komunitas yang terbuka dan toleran. Saya berharap Anda yang di sini dapat membangun diri Anda, bangsa Anda agar Indonesia ini menjadi peradaban dunia. Berikanlah teladan yang baik yang ada di dunia ini.” Ujar Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.

Terdapat pula sambutan oleh Dr. Ir. Ahmad Husin Lubis, M.Sc selaku Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Bidang Dikti, Diklat dan Pengembangan. Beliau menyampaikan beberapa pesan dan materi terkait lima mega trend dan etika moral serta nilai-nilai Islam, seperti; Persaingan Pasar dan Pembiayaan, Demokrasi Pengetahuan & Akses, Teknologi Digital, Mobilitas Global, Integrasi dengan Industri.

“Alhamdulillah Saudara/I berada di kampus yang baik, karena UAI mengadop nilai-nilai yang bercantum di Rektor Summit yang di selenggarakan di Praha, tahun 2016. Serta terdapat pula Manajemen Modal Intelektual seperti; Modal Manusia (Human Capital), Modal Struktur (Structure Capital), Modal Relasi (Relational Capital)” tuturnya.

Prof Asep menambahkan, dengan telah diadakannya pelantikan Mahasiswa Baru Program Kelas Karyawan dan Alih Jenjang tahun ajaran 2022/2023 ini, semoga dapat dijadikan semangat dan sebagai langkah awal yang baik untuk belajar, berprestasi dan juga berdedikasi untuk Indonesia. (Rep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here