SUARATERKINI, Jakarta – Memasuki usia 30-an, banyak orang mulai menyadari perubahan pada wajah yang tidak lagi dapat disamarkan hanya dengan perawatan kulit biasa.
Penurunan produksi kolagen secara alami sering memicu berbagai tanda penuaan, seperti pipi yang mulai turun (sagging), garis senyum yang semakin dalam, hingga garis rahang yang tampak kurang tegas.
Kondisi ini dikenal sebagai defisit kolagen, yaitu berkurangnya jaringan penopang alami pada kulit.
Menjawab kebutuhan tersebut, InstaBeauty Center memperkenalkan Ellansé, teknologi collagen stimulator kelas dunia yang menawarkan pendekatan baru dalam dunia estetika medis.
Berbeda dengan filler konvensional yang umumnya hanya menambah volume sementara, Ellansé dirancang untuk membantu membangun kembali struktur kolagen alami kulit dari dalam.
Ellansé bekerja menggunakan mikrosfer Polycaprolactone (PCL) yang mampu merangsang pembentukan kolagen baru secara alami di dalam kulit.
Teknologi ini memungkinkan hasil yang tidak hanya terlihat instan, tetapi juga berkembang secara bertahap mengikuti proses biologis tubuh.
Dua Tahap Mekanisme Kerja
Tahap pertama adalah Immediate Volumizing, yakni efek pengisian instan dari carrier gel berbasis carboxymethyl cellulose (CMC). Gel ini memberikan koreksi langsung pada area wajah yang mengalami penurunan volume atau kekenduran segera setelah prosedur dilakukan.
Tahap kedua adalah Long-term Biostimulation, di mana mikrosfer PCL secara perlahan merangsang proses penyembuhan alami tubuh untuk membentuk jaringan kolagen baru atau neokolagenesis. Seiring waktu, material Ellansé akan terurai secara alami, sementara kolagen baru yang terbentuk mengambil alih fungsi penopang jaringan sehingga kulit tetap tampak kencang dan kenyal.
Hasil Lebih Tahan Lama
Salah satu keunggulan Ellansé dibandingkan prosedur estetika lainnya adalah durasi hasil yang lebih panjang. Jika banyak perawatan harus diulang setiap beberapa bulan, Ellansé menawarkan hasil yang dapat bertahan mulai dari satu hingga empat tahun, tergantung jenis produk yang digunakan.
Transformasi kulit juga berlangsung secara bertahap dan alami. Pada fase awal, yakni minggu pertama hingga minggu keempat, produk mulai berintegrasi dengan jaringan kulit dan memberikan tampilan wajah yang lebih segar.
Memasuki fase maturasi pada bulan ketiga hingga bulan keenam, produksi kolagen biasanya mencapai puncaknya. Pada tahap ini, kualitas kulit umumnya terlihat meningkat dengan tekstur yang lebih halus, pori-pori yang tampak mengecil, serta kontur wajah yang terlihat lebih terangkat dan proporsional.
Teknik Medis Menjadi Kunci
Sebagai prosedur estetika tingkat lanjut, keberhasilan penggunaan Ellansé tidak hanya bergantung pada produknya, tetapi juga pada teknik injeksi serta pemahaman mendalam mengenai anatomi wajah.
Di InstaBeauty Center, prosedur ini dilakukan oleh dr. Rudy Adiputra, MARS, M.Biomed (AAM), M.H, yang dikenal memiliki pengalaman luas dalam bidang estetika medis. Ia juga dinobatkan sebagai Top Influencer Doctor Ellansé oleh Sinclair Indonesia. Menurut dr. Rudy, pendekatan yang digunakan dalam prosedur ini bukan sekadar menambah volume wajah.
“Kami tidak sekadar melakukan injeksi, tetapi melakukan restorasi struktur wajah. Dengan Ellansé, stimulator ditempatkan pada titik-titik jangkar wajah untuk menciptakan efek lifting yang alami tanpa membuat wajah terlihat kaku atau berlebihan,” jelasnya, Kamis (4/3).
Teknik face contouring yang diterapkan bertujuan menjaga keseimbangan serta proporsi wajah sehingga hasil akhir tetap terlihat natural.
Prosedur Cepat, Pemulihan Singkat
Selain menawarkan hasil yang tahan lama, prosedur Ellansé juga relatif cepat dilakukan. Satu sesi perawatan umumnya memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit.
Dengan teknik medis yang tepat serta standar sterilisasi yang ketat, masa pemulihan juga tergolong singkat. Pasien umumnya dapat kembali beraktivitas seperti biasa dalam waktu relatif cepat.
Melalui inovasi ini, InstaBeauty Center berharap dapat menghadirkan solusi estetika yang tidak hanya berfokus pada hasil instan, tetapi juga pada perbaikan kualitas kulit jangka panjang melalui stimulasi kolagen alami tubuh.


