SUARATERKINI, Jakarta,- Berprofesi menjadi seorang dokter gigi sekaligus dosen dituntut tidak hanya bisa mengobati dan berkomunikasi dengan pasien namun berkomunikasi dengan mahasiswa juga masyarakat. Menguasai teori belum tentu bisa menginformasikan keilmuannya secara jelas kepada masyarakat, untuk itu diperlukan komunikasi efektif agar pesan dapat diterima masyarakat.

Hal tersebut dikatakan mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ratih Sanggarwaty sebagai narasumber pada acara Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Konservasi Gigi yang dilaksanakan Fakultas Kesehatan Gigi (FKG) Universitas Trisakti (Usakti) secara hybrid, Jumat (1/6).

Turut hadir pada Acara Rapat Program Kerja PPDGS Konservasi Gigi, Dekan Fakultas Kesehatan Gigi (FKG) Universitas Trisakti (Usakti). Prof Dr. drg. Tri Erri Astoeti, M.Kes. Wakil dekan II, drg. Rosalina Tjandrawinata, M.Si., PhD., Kepala Program Studi (KPS) Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) drg. Bernad O Iskandar. Sp. KG (K). bersama seluruh staf bagian.

Ratih Sanggarwaty berfoto bersama dokter gigi FKG Usakti usai menyampaiakan materi

“Tersampaikannya gagasan, pesan dan perasaan dengan cara yang baik, jelas dalam kontak yang baik pula akan dimengerti juga oleh pasien maupuun masyarakat umum, apalagi profesi dokter gigi yang juga dosen selain berkomunikasi dengan pasien tapi mahasiswa dan masyarakat” tutur Ratih kepada media.

Menurut Ratih yang juga mantan pragawati, memberikan pengalamannya terkait komunikasi efektif supaya para dokter gigi dapat menginformasikan terkait kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat.

Dengan topik “Komunikasi Efektif di Depan Forum, Bagaimana membawa diri agar bisa tampil baik, menarik secara totalitas”, Ratih mengajak para dokter gigi Universitas Trisakti untuk bisa berkomunkasi secara efektif, mulai dengan memperhatikan gaya tubuh, tone/nada suara dan kata- kata.

“Saat menyampaikan informasi pada masyarakat harus diperhatikan gaya tubuh, karena mempengaruhi 55 persen, tone atau nada suara 38 persen dan kata-kata 7 persen” jelasnya.

Sebelum tampil di depan umum, lanjut Ratih, harus mempersiapkan materi yang kekinian dengan bahasa yang mudah dimengerti, kedua fisik dan mental. Ketiga Penampilan Pas dan pantas supaya tidak salah kostum.

Hal senada disampaiakan Dosen FKG Usakti Dr. drg. Meiny Faudah Amin. Sp.KG (K), pelatihan terkait komunikasi sangat diperlukan terutama bagi tenaga kesehatan dalam hal ini dokter gigi yang juga dosen.

“Sebagai dokter gigi dan dosen selain harus menguasi teori dan praktek juga memiliki kemampuan berkomunikasi, supaya pasien, dosen bahkan masyarakat sadar akan pentingnnya menjaga kesehatan gigi dan mulut” Jelasnya

Dokter Meiny yang juga Moderator acara sangat merasakan manfaat dari materi yang disampaikan Ibu Ratih Sanggarwaty seorang public figure yang memiliki pengalaman dalam dan luar negeri serta duduk di pemerintahan terkait pentingnya komunikasi yang efektif.

“Dengan acara ini, kami berharap dapat rutin diadakan selaian menambah ilmu juga bisa melatih para dokter agar dapat berkomunikasi secara efektif agat pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh khalayak” pungkasnya. (Rep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here