SUARATERKINI, Jakarta,- Rencana pemerintah menerapkan aturan cuti 6 bulan bagi wanita hamil merupakan Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak dan dapat menjadi penentu perkembangan kecerdasan secara jangka panjang. Untuk itu, keterlibatan dan peran orang tua dalam pola pengasuhan menjadi hal yang krusial.

Menurut International Labour Organization (ILO) memperkirakan bahwa lebih dari 800 juta perempuan kekurangan jaminan ekonomi seputar persalinan dengan efek buruk pada kesehatan, gizi dan kesejahteraan ibu dan anak-anak mereka. Hal ini menunjukan tantangan yang dihadapi bagi para orang tua yang bekerja yang memiliki anak khususnya dalam fase emas yakni periode 1000 HPK.

Corporate Communications Director Indonesia, Arif Mujahidin menjelaskan Sebagai perusahaan ramah keluarga, Danone Indonesia sangat memahami bahwa karyawan memiliki hak untuk bekerja, berkeluarga dan memiliki kehidupan yang layak. Sejalan dengan misi perusahaan dalam hal membawa kesehatan ke sebanyak mungkin orang, untuk itu kami berupaya menciptakan tempat kerja yang aman, sehat dan supportif termasuk dalam hal memberikan dukungan pada orang tua untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal.

“Danone Indonesia sejak Agustus 2016 telah memiliki kebijakan dengan memberikan cuti melahirkan 6 bulan bagi karyawan perempuan dan cuti 10 hari bagi karyawan laki-laki yang istrinya melahirkan. Melalui kebijakan ini, kami ingin memberikan orang tua waktu yang lebih untuk agar bisa memiliki ikatan bonding yang kuat dengan anak.” tuturnya.

Selain dalam hal kebijakan cuti melahirkan, Danone Indonesia memiliki fokus dalam hal pemenuhan hak perempuan dalam aktivitas bisnisnya yang diwujudkan dalam inisiatif perusahaan ramah keluarga. Beberapa inisiatifnya yakni menerapkan waktu kerja yang fleksibel, mendukung pemberian ASI eksklusif di tempat kerja dengan menyediakan ruang laktasi yang sesuai dengan standar, pemberian asuransi kesehatan hingga dukungan ibu menyusui melalui buddy sistem antarkaryawan.

Lebih jauh lagi, lanjut Mujahidin, Danone Indonesia juga memberikan edukasi nutrisi dan kesehatan secara rutin oleh expert kepada karyawan dan Employee Assistance Program (EAP) yaitu layanan konsultasi khusus secara virtual dengan psikolog untuk membantu karyawan terkait masalah kesehatan mental.

Executive Director of Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), Maya Juwita menambahkan “IBCWE mendukung inisiatif mandiri dari perusahaan-perusahaan anggota kami untuk memperpanjang cuti melahirkan bagi karyawan perempuan yang merupakan bentuk dukungan terhadap pemenuhan hak reproduksi.”

“Sebagai perusahaan yang telah menerapkan kebijakan dan berbagai inisiatif sejak tahun 2016 lalu, kami merasakan dampak yang signifikan tak terkecuali dalam hal produktivitas karyawan kami. Hingga 2020, pekerja perempuan menduduki 48% level manajerial dan 56% jajaran direksi Danone Indonesia. Tentunya kami berharap bahwa berbagai upaya yang kami lakukan ini akan terus bermanfaat baik bagi karyawan kami secara individu, maupun bisnis secara keseluruhan” tutup Arif. (Rep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here