SUARATERKINI, Jakarta,- Pandemi Covid-19 membuat aktivitas pengajar dan pembelajar dilakukan dari rumah dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Perubahan kegiatan belajar ini bila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan stress.

Dosen Psikologi Universitas Mercu Buana (UMB) Agustini, M.Psi., Psikolog dalam keterangannya mengatakan, diperlukan coping stress yakni usaha untuk melakukan adaptasi diri terhadap problem psikologis yang muncul sehingga dapat mengurangi atau meminimalisir kejadian atau keadaan yang penuh tekanan.

“Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dimasa pandemi covid-19, perlu menerapkan strategi coping stress, sebagai upaya menjaga kesehatan mental siswa”, tutur Agustini didepan ratusan siswa SMA yang mengikuti kegiatan secara Daring yang diinisiasi Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana (UMB) pada Program Pengabdian Masyarakat (PPM), bekerjasama dengan SMA DKI Jakarta.

“Coping stress sebagai upaya untuk menyeimbangkan kemampuan dalam memenuhi tuntutan belajar jarak jauh terlepas dari hasil upaya tersebut positif atau negatif”, jelas Agustini yang juga Ketua Pelaksana Program Pengabdian Masyarakat (PPM).

Hal senada dikatakan Winny Nila Wisudawati, M.Psi, menurutnya, untuk mengurangi tuntutan yang penuh tekanan, maka perlu aktifitas baru, mengontrol emosi, serta menilai positif setiap kejadian.

Dengan judul “Strategi coping stress pada siswa di Jakarta Barat pada masa pandemi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)”, lanjut Winny, para siswa diharapkan dapat melakukan adaptasi kebiasaan baru dengan menerapkan strategi dalam menyelesaikan berbagai tugas sekolah atau rumah sehingga dapat dikerjakan dengan baik dan maksimal, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here