SUARATERKINI, Tanjungpandan – Kegiatan Pesantren Kilat Ramadan di Masjid Al-Falah Jl. Pantai, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung yang diselenggarakan DPC Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Belitung resmi ditutup, Sabtu (24/4).

Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Pemuda Islam Berwawasan Rahmatan Lil Alamin” ini dilaksanakan selama tiga hari, sejak 22 sampai 24 April 2021, yang diikuti oleh perwakilan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) / Sederajat dan Mahasiswa yang ada di Kabupaten Belitung.

Bupati Belitung H. Sahani Saleh, S.Sos saat menutup kegiatan tersebut mengatakan pesantren kilat ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan iman sekaligus mengamalkan lakuum dinnukum wa liyadin (bagimu agamamu dan bagiku agamaku), yaitu toleransi dengan umat beragama lain di Belitung ini.

“Anak muda Belitung harus paham Islam Rahmatan lil Alamin, dengan tetap mengedepankan toleransi karena banyak agama lain yang ada di Belitung ini,” ujar Bupati, Sabtu (24/4).

Selain itu, pria yang akrab disapa Pak Sanem ini menyampaikan apresiasi dan motivasi kepada anak muda dalam mengisi kegiatan yang positif di Bulan Suci Ramadhan, salah satunya melalui kegiatan Pesantren Kilat yang diselenggarakan oleh KNPI Kab. Belitung ini.

“Dulu saat masih kuliah kami juga sering mengadakan kegiatan positif di Bulan Ramadhan tapi bentuknya berupa kajian-kajian islam dengan kawan-kawan di himpunan mahasiswa Islam (HMI),” tambahnya.

Menurut Sanem, kegiatan pesantren kilat ini sangat perlu diadakan setiap tahun dan menjadi salah satu metode untuk menambah wawasan tentang ke-islam-an bagi para pemuda.

Pesantren Kilat di Mesjid Al Falah Jalan Pantai Tanjungpandan yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Belitung bekerjasama dengan Gerakan Pemuda Ansor, Pemuda Muhammadiyah, dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Belitung.

Lebih lanjut Sanem melanjutkan, anak muda jangan hanya mendengar ceramah. Ilmu pengetahuan harus disinkronkan dengan semua kemajuan zaman yang terjadi. Apabila ada perbedaan pendapat, dapat dipadukan dengan referensi buku-buku dan sumber tertulis lainnya.

“Secara jasmani, ada 23 komponen tubuh yang ketika sakit, bisa diobati oleh dokter. Namun secara rohani, manusia harus mengenali dirinya, mengkaji dirinya, dan memberi asupan rohani dengan datang ke majelis ilmu,” lanjutnya.

Ketua KNPI Kab. Belitung Muhammad Hafrian Fajar menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, serta para pihak yang telah mendukung program kegiatan dari Departemen Agama, Sosial, dan Multikultural KNPI Kab. Belitung sehingga kegiatan ini berjalan lancar dan sukses sesuai dengan harapan.

“Selama tiga hari kegiatan, para peserta diberikan materi dan diskusi tentang keagamaan oleh pemateri yang mumpuni dibidangnya khususnya berkaitan dengan adab dan akhlak islam, juga tadarusan, buka puasa, dan sahur bersama serta sholat wajib, tarawih dan witir berjamaah,” kata pria yang akrab disapa Bung Jarwo ini.

Pihaknya mengharapkan, setelah kegiatan ini selesai, para peserta Pesantren Kilat Ramadan ini dapat menularkan ilmu yang didapat kepada kawan-kawan di lingkungannya, sehingga tercipta lingkungan akhlakul karimah.

“Harapannya setelah pulang dari sini, para peserta yang telah dibekali dengan ilmu agama, dapat menjadi generasi penerus yang berakhlakul karimah dan menularkan ilmu yang didapat ini ke kawan-kawan dilingkungannya masing-masing”, tambah Bung Jarwo.

Selama kegiatan berlangsung, hadirin menerapkan protokol kesehatan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Acara penutupan ini dihadiri oleh Bupati Belitung H. Sahani Saleh, S.Sos, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hellyana, S.H., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kab. Belitung Drs. Soebagio, Kepala Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Belitung Alexander Ihsan, serta para undangan lainnya yang hadir dalam penutupan acara kegiatan tersebut. (wil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here