Warga Keranggan Setu Antusias Menanam Sayuran Untuk Ketahanan Pangan

AdvertisementAds Sharp

SUARATERKINI, Tangerang Selatan- Kegiatan Peresmian Ketahanan Pangan Yayasan Dharma Bangsa Mandiri (YDBM) didampingi Perkumpulan Gerakan Lembaga Sosial Indonesia (GELASI) bersama masyarakat disambut dengan semangat warga Keranggan, Setu, Tangsel pada Minggu (9/4).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu pagi di Rumah Mandirikan Bangsa (RMB) Tangsel ini yang dihadiri Tim Gelasi Yozar Putranto Wakil Ketua Gelasi, didampingi Chayani Widyastuti, Inayah, Dewi Artati, Diah Kusumawardani perwakilan Gelasi, turut hadir Pengurus YDBM Madya Wirapati, Yusuf Maulana Ketua RMB Tangsel, Likka Nur Ketua Ketahanan Pangan RMB Tangsel, Reni Apriyani relawan, dan Firyal sebagai dokumentasi kegiatan.

Semangat dan antusias Masyarakatlah yang membuat kegiatan ini berjalan lancar walaupun dalam kondisi panas bahkan sedang menjalani ibadah puasa, beberapa warga yang mengikuti kegiatan tetap antusia seperti Ulik (70), Ubai (68), Adul (45), Jhoni (68), Enon (42), Fatimah (38), Rosiana (58), dan Hilawah (39).

Dalam sambutan singkatnya, Wira pengurus YDBM berharap program yang baru akan dimulai ini dapat membantu warga sekitar RMB Tangsel yakni dapat menanam walaupun dengan lahan kecil bahkan tidak ada halaman tanah.

BACA JUGA:  Jaga Stabilitas Produksi Cabai Jateng, BMKG Adakan Sekolah Lapang Iklim

“Semoga program ketahanan pangan yang akan di praktekan disini bisa bermanfaat untuk warga sekitar ya ibu-ibu, bapak-bapak. Walaupun ga ada tanah ya dirumah kita” ucap Wira.

Setelahnya dilanjutkan dengan perkenalan produk dan metode tanam oleh Diah Kusumawardani perwakilan Gelasi, yang menyampaikan beberapa sayur yang akan di tanam, ada Tomat, Bayam Merah, Bayam Hijau, Cabe, Selada, Bawang Merah, Bawang Putih, Daun Bawang yang akan ditanam mengunakan sistem pertanian perkotaan atau urban farming.

“Dengan urban farming, kita bisa pakai lahan yang sempit atau terbatas agar dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran dan buah-buahan yakni dengan raised bed juga polibag yang nanti bisa langsung dikonsumsi setelah dipanen,” terang Dani dalam penjelasannya.

Tidak lama setelah dijelaskan warga langsung praktek dari mulai menyemai, menyiapkan media tanam di polibag dan raised bed serta membuat pupuk dari bahan-bahan alami.

Ubai salah seorang warga yang memang kesehariannya sebagai tani menyampaikan kekagumannya dengan cara yang disampaikan tim Gelasi, bahwa ini cara baru yang dia tahu karena selama dia menanam selalu langsung di tanah kebon.

BACA JUGA:  MER-C Kedepankan Profesionalitas Dalam Menjalankan Misi Kemanusiaannya

“enak ya sekarang mah nanem bisa pake tempat kecil, sempit tapi banyak yang bisa kita tanem macem-macem” ucap Ubay mengakhiri kekagumannya. (Rep/Her)