Data Politika Indonesia : Peran Penting Santri Dalam Medsos dengan Konten Positif Belum Optimal

AdvertisementAds Sharp

SUARATERKINI, Jakarta – Peranan santri di era digital menjadi sangat penting dan vital ketika melihat perkembangan era digitalisasi di Indonesia akhir-akhir ini.

Namun demikian menurut prof. Dr. Henri Subiakto, SH.,MA., yang menjadi nara sumber dalam acara webinar Bakti Kominfo bekerja sama dengan Data Politika Indonesia, banyak hal yang membatasi santri mencari literasi digital, yang akibatnya santri memahami teknologi digital dengan otodidak.

Literasi digital menjadi penting ketika para santri ini mengambil peranan di era digital ini, karena peran santri sangat di butuhkan untuk terus memproduksi konten-konten positif dan tidak keluar dari ajaran islam, kata prof. Henri.

Webinar kali ini Data Politika Indonesia menghadirkan nara sumber yang cukup luar biasa dalam kancah nasional.

Ada Endin aj. Sofiehara, legislator 2009, Arwani Thomawi anggota komisi I DPR. RI, prof. Henri Subiakto guru besar komunikasi Universiatas Erlangga.

Senada dengan prof Henri, Arwani Thomawi yang notabennya adalah putra pengasuh pesantren di Lasem Rembang Jawa Tengah juga menegaskan bahwa santri ini kalo di berikan literasi media yang positif insya Allah kedepannya akan mengisi ruang-ruang kosong di media dengan konten-konten yang positif.

BACA JUGA:  Tangkal Hoaks, Kemenaker Gencarkan Sosialisasi Perppu Ciptaker kepada Masyarakat

Acara yang di pandu oleh Resti mpps ini berjalan baik dan menghasilkan kesimpulan positif.

Resti mpps memberikan closing statement sebagai hasil kesimpulan webinar tersebut bahwa menyikapi era digitalisasi yang tentukan tidak mungkin di bendung lagi, santri harus mengambil peranan besar dengan mengisi hal-hal yang positif di ruang media. (Rep/Her)