SUARATERKINI, Tanjungpandan – Beberapa waktu lalu beredar video viral yang menunjukkan beberapa mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bangka Belitung (UBB) yang sedang beraudinsi dengan Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah, namun kurang beretika karena mengangkat kaki dan menunjuk-nunjuk wakil gubernur tersebut.

Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Belitung, Muhammad Hafrian Fajar selaku mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Islam Indonesia (UII Yogyakarta) angkat bicara.

Ia menegaskan bahwa yang terjadi dalam video tersebut sangat di sayangkan karena akan sedikit merusak nama baik mahasiswa pada umumnya dan UBB khususny.

“Kawan-kawan mahasiswa yang selalu berada dalam garis perjuangan memiliki kewajiban menjalankan statusnya sebagai kontrol sosial, generasi pembaharu perubahan, penjaga nilai, dan penerus bangsa harus tetap mendahulukan Adab dalam berkomunikasi kepada ‘Umarah’ (pemimpin),” ujar Hafrian Fajar kepada Suaraterkini, Rabu (1/9).

Hal ini menurutnya, karena Wakil Gubernur Abdul Fatah selain sebagai pemimpin dan simbol kedaerahan, juga sebagai orang tua kita bersama yang seyogyanya kita hormati, apalagi beliau sangat terbuka kepada mahasiswa untuk berdiskusi.

“Saya paham betul karakter Pak Abdul Fatah,” kata aktivis yang biasa di sapa Bang Jarwo ini.

Namun menurutnya, masyarakat juga harus memaklumi para mahasiswa yang di dalam dadanya berkobar api untuk sebuah masa depan yang baik untuk masyarakat dan daerah ini. Mahasiswa perlu dibina agar dapat menyampaikan opini dengan lebih baik lagi.

“Kampus adalah tempat perkaderan agar mahasiswa selaras antara ilmu dan adab, saya meyakini bahwa maksud dan tujuan para mahasiswa sebetulnya baik, kita sebagai senior mereka, orang tua mereka, dan pembina mereka patut memberikan pikiran baik dan nasehat yang bijak, bukan menyudutkan apalagi menyalahkan, karena mereka adalah anak muda yang perlu di bina agar menjadi lebih baik, demi kebaikan daerah serta bangsa ini,” jelas bung Jarwo.

Lebih lanjut ia mengatakan, kepada kawan-kawan mahasiswa di daerah maupun di seluruh Indonesia, agar tetap dalam garis perjuangan, namun juga harus memperhatikan tiga aspek penting dalam berkehidupan, yaitu yang pertama ialah niat, cara, dan tujuan.

“Terkadang kita sebagai manusia sudah memiliki niat yang baik tujuan yang baik, tetapi caranya yang kurang baik maka lunturlah nilai-nilai dari niat dan tujuan yang baik tadi di mata orang lain, maka dari itu ketika sudah memiliki niat yang baik, tujuan yang baik, sempurnakanlah dengan cara-cara yang baik, sehingga apa yang kita niatkan dan tujukan tersampaikan dengan baik lalu di terima dengan baik, keutamaannya adalah jangan tinggalkan adab dalam menuntut ilmu,” tutupnya. (wil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here