FGD Kemenpora RI: Membangun Kehumasan yang Kompeten dan Kolaboratif

FGD Kemenpora
AdvertisementAds Sharp

SUARATERKINI, Jakarta – Dalam rangka membangun kehumasan yang kompeten dan kolaboratif, Focus Group Discussion (FGD) Kemenpora RI diadakan di Hotel Harris Sentul City, Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/2/2024).

Acara ini menampilkan beberapa narasumber terkemuka di bidangnya masing-masing, termasuk Tenaga Ahli KIP Fathul Ulum, CEO Good News From Indonesia (GNFI) Wahyu Aji, Kaprodi Pascasarjana Komunikasi FISIP UI Eriyanto, Koordinator Pelaksana Tim Strategi dan Komunikasi Kebijakan Kemenpora  Wildansyah dan Staf Khusus Menpora Bidang Komunikasi dan Hubungan Internasional Alia Noorayu Laksono.

Fathul Ulum, sebagai Tenaga Ahli KIP, menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik untuk menciptakan kepercayaan dan transparansi dalam pemerintahan. Dia juga menyoroti tantangan besar di tahun 2024 dalam menjangkau masyarakat dengan informasi yang relevan dari Kemenpora.

Wahyu Aji, CEO GNFI, membahas strategi media sosial untuk pemerintahan, menekankan pentingnya mindset daripada sekadar alat. Dia juga mencatat bahwa mayoritas informasi saat ini dicari melalui media sosial, menyoroti pentingnya kehadiran Kemenpora di platform tersebut.

Eriyanto, dari FISIP UI, menggarisbawahi pentingnya media monitoring bagi humas untuk memahami opini publik dan isu-isu yang relevan. Dia menegaskan bahwa Kemenpora harus mendengarkan suara publik dan berdialog terbuka tentang isu-isu yang penting.

BACA JUGA:  Kemenpora Dukung La Liga Asia Lakukan Pengembangan Usia Dini Sepak Bola

Wildansyah dari Tim Strategi dan Komunikasi Kebijakan Kemenpora, menyoroti pentingnya pembuatan program yang mudah dipahami oleh masyarakat dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda, khususnya Gen Z. Dia juga menekankan strategi branding yang menyeluruh untuk membangun legacy kehumasan yang kuat.

Alia Noorayu Laksono, Staf Khusus Menpora Bidang Komunikasi dan Hubungan Internasional, menggarisbawahi arahan dari Menpora Dito untuk memperkuat fungsi kehumasan di setiap kedeputian atau keasdepan, dengan tujuan meningkatkan kolaborasi dan sinkronisasi antara humas pusat dan humas kedeputian.

Dalam keseluruhan diskusi, terlihat upaya keras untuk meningkatkan kualitas kehumasan pemerintah, dengan fokus pada keterbukaan, responsivitas terhadap opini publik, kehadiran di media sosial, pemahaman tentang generasi muda, dan strategi branding yang efektif.

redaksi.suaraterkini@gmail.com