SUARATERKINI, Bandung – Sebanyak 40 jurnalis yang tergabung dalam Sindikasi Media Network (SMN) mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam rangkaian kegiatan media gathering yang bertujuan memperkenalkan perkembangan industri dirgantara nasional sekaligus mengangkat potensi wisata edukasi berbasis teknologi di Kota Bandung, Selasa (14/7).
Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara PTDI dan ARTOTEL Suites Aquila Bandung ini diawali dengan pemaparan mengenai profil perusahaan, perkembangan bisnis, hingga program Edutainment Factory Tour yang kini menjadi salah satu destinasi wisata edukasi unggulan di Kota Bandung.
Dalam pemaparannya, tim Corporate Communication dan Corporate Social Responsibility (CSR) PTDI menjelaskan bahwa perusahaan yang berdiri sejak 1976 tersebut memiliki empat lini bisnis utama, yakni Aircraft Manufacturing, Aerostructure, Aircraft Services, dan Engineering Services.
Keempat sektor ini menjadi pilar utama PTDI dalam mengembangkan industri dirgantara nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri penerbangan global.
Hingga kini, PTDI telah mengekspor berbagai produknya ke 14 negara. Pesawat CN235 telah diproduksi lebih dari 70 unit, sedangkan NC212 telah mencapai lebih dari 480 unit dan dioperasikan di berbagai negara. PTDI juga menjadi satu-satunya produsen di dunia yang masih memproduksi kedua jenis pesawat tersebut.
Selain itu, PTDI terus mengembangkan pesawat N219, karya insinyur Indonesia dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai sekitar 44,69 persen. Saat ini, N219 telah memperoleh kontrak pengadaan enam unit untuk TNI Angkatan Darat dan terus dikembangkan dalam berbagai konfigurasi, mulai dari angkutan penumpang, logistik, medical evacuation (medevac), penerjunan pasukan, hingga pengawasan maritim.
PTDI juga tengah mengembangkan N219 Amphibious, varian pesawat yang dirancang mampu beroperasi di landasan darat maupun perairan sehingga diharapkan dapat memperluas jangkauan transportasi ke wilayah-wilayah kepulauan Indonesia.
Manager Institutional Relation and Corporate Communication PTDI, Adi Prastowo, mengatakan pengembangan industri dirgantara nasional turut diperkuat melalui kemitraan strategis dengan perusahaan penerbangan kelas dunia.
“Kami telah bekerja sama dengan Airbus hampir 50 tahun dan Bell Textron sekitar 40 tahun. Untuk helikopter, PTDI memproduksi struktur badan pesawat di Indonesia, kemudian dikirim ke Airbus untuk pemasangan sistem dan mesin sebelum kembali ke PTDI untuk proses penyesuaian (customization), finishing, dan diserahkan kepada pelanggan,” ujar Adi.
Selain memproduksi pesawat, PTDI juga mengembangkan Edutainment Factory Tour sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dunia dirgantara kepada masyarakat. Melalui program ini, pengunjung dapat melihat secara langsung hanggar produksi, berbagai jenis pesawat, hingga proses manufaktur dan pengembangan teknologi dirgantara nasional.
Menurut Adi, program yang telah berjalan sekitar tiga tahun tersebut tidak hanya menjadi sarana wisata edukasi, tetapi juga bertujuan menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia penerbangan.
“Kami berharap setelah berkunjung ke PTDI, anak-anak memiliki cita-cita menjadi pilot, insinyur, maupun profesi lain di industri penerbangan. Itulah semangat yang ingin kami bangun melalui Edutainment Factory Tour,” katanya.
Program tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kota Bandung dan telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata edukasi bertema kedirgantaraan. Saat ini, kunjungan umum dibuka setiap akhir pekan dengan harga tiket sekitar Rp40.000 per orang. Sementara itu, kunjungan edukasi bagi pelajar tingkat SMA dan perguruan tinggi dilaksanakan setiap hari Jumat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTDI tanpa dipungut biaya.
Dalam sesi diskusi bersama media, Adi juga mengungkapkan bahwa PTDI terus mengoptimalkan aset perusahaan melalui pengembangan sektor non-core business, termasuk Edutainment Factory Tour.
Meskipun kontribusinya terhadap pendapatan perusahaan masih relatif kecil, program tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan industri dirgantara kepada masyarakat sekaligus memperkuat citra Kota Bandung sebagai destinasi wisata edukasi berbasis teknologi.
Sebagai bagian dari sinergi dengan sektor pariwisata, PTDI juga menjalin kerja sama dengan ARTOTEL Suites Aquila Bandung. Melalui kolaborasi tersebut, tamu hotel memperoleh voucher kunjungan ke Edutainment Factory Tour sehingga dapat menikmati pengalaman wisata yang memadukan rekreasi dengan edukasi teknologi dirgantara.
Melalui kunjungan ini, para jurnalis yang tergabung dalam Sindikasi Media Network berkesempatan melihat secara langsung fasilitas produksi, hanggar pesawat, hingga berbagai inovasi yang tengah dikembangkan PT Dirgantara Indonesia.
Diharapkan, pengalaman tersebut dapat memperluas publikasi mengenai capaian industri dirgantara nasional sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya, inovasi, dan teknologi yang dihasilkan oleh putra-putri bangsa.


