SUARATERKINI, Jakarta – Selama 20 tahun berdiri, Swiss German University (SGU) terus berinovasi untuk menjawab tantangan dunia industri yang berkembang semakin pesat.

Salah satu inovasi yang dilakukan universitas internasional pertama di Indonesia tersebut adalah membuka program studi Mekatronika, yang melibatkan multidisplin seperti teknik mesin, elektronik dan ilmu komputer.

Ket Foto : Head of Public Relation Department SGU Ratih Marini “Empowering Next Generation Professionally to Embrace the Digital Transformation Era” di Jakarta, Kamis (27/2).

Menurut Head of Public Relation Department SGU Ratih Marini, para mahasiswa yang mengambil jurusan ini diberi mata kuliah terkait mekanik dan elektronik, dimana belajarnya dilakukan dalam satu waktu. Saat membuat mesin, tidak hanya unsur mekanik saja yang diperhatikan, tapi juga elektronik.

“Dan siklusnya sekarang lagi perkenalan untuk professional job. Ini dilirik banyak industri, banyak industri yang membutuhkan, contohnya rumah sakit dan manufaktur,” kata Ratih Marini di sela diskusi bertema “Empowering Next Generation Professionally to Embrace the Digital Transformation Era” di Jakarta, Kamis (27/2).

Dia menjelaskan, para mahasiswa akan mendapatkan ilmu dari tenaga pengajar yang berkualitas di bidangnya. Menurut Ratih, 90 persen pengajar yang ada di kampus tersebut bergelar doktor. “Dan mayoritas dari luar,” imbuh dia.

Ratih menambahkan, serangkaian program edukasi SGU yang beriringan dengan adanya tren transformasi digital serta menyesuaikan diri dengan kebijakan baru pemerintah terkait peningkatan sumber daya manusia untuk menghadapi persaingan global.

Salah satunya adalah dengan kebijakan Kampus Merdeka yang keempat, di mana SGU sebagai perguruan tinggi memberikan pelatihan kepada siswa untuk magang atau praktik kerja di industri atau organisasi sebagai jam kegiatan guna melatih pelajar untuk lebih siap menghadapi tantangan di dalam suatu perusahaan atau organisasi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Ratih, SGU memiliki program double degree di mana pelajarnya wajib untuk melakukan magang di dalam negeri ketika masuk ke dalam semester tiga. Selanjutnya magang dan melakukan kegiatan perkuliahan di luar negeri ketika memasuki semester enam.

Hal itu menjadi salah satu bukti bahwa SGU telah menjadi terdepan dan mendukung kebijakan pemerintah,” pungkasnya.

Secara resmi, SGU berdiri pada 20 Januari 2000. Kampus ini sudah meluluskan sekitar 3.500 mahasiswa S1 dan 700an mahasiswa S2. Hampir 60 persen lulusan perguruan tinggi tersebut bekerja di perusahaa nasional, internasional dan multinasional. Sisanya ada yang mendirikan perusahaan sendiri dan meneruskan studi ke jenjang berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here