SUARATERKINI, Tanjungpandan – Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, menyelenggarakan pelatihan dan evaluasi aplikasi Si Lacak (Sistem Informasi Pelacakan Covid-19) kepada empat pilar di desa terkait Covid-19, yaitu pemerintah desa, tenaga kesehatan, bhabinkamtibmas, dan babinsa, Selasa (24/8).

Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan pelatihan evaluasi ini dalam upaya statregi dan sistem penanganan Covid-19 di Indonesia sampai ke Kab. Belitung dengan penggunaan aplikasi Silacak.
“Dengan penggunaan sistem dan aplikasi silacak merupakan upaya berhadapan langsung dengan masyarakat yang melakukan kontak erat dengan orang yang positif Covid-19, dan di kerjakan secara bersama-sama oleh 4 Pilar,” ujar Bupati, Selasa (24/8).

Menurutnya, dengan adanya sistem ini, semua pihak dituntut berperan aktif untuk mengoptimalkan penanganan dan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19. Pencatatan dan pelaporan juga harus berbasis IT yang terkoneksi sampai ke pusat.

“Dari satu kasus orang terpapar yang terpapar maka harus mentreking 15 orang. Sistem ini paling terdepan dalam penanggulangan Covid 19 apalagi sudah ada varian Delta di Belitung. Dari semua kegiatan yang kita lakukan apabila pelaporan tidak sesuai maka sama saja kita di anggap tidak bekerja, maka dari itu pelaporan harus sesuai dengan sistem,” tegasnya.

Sekda Kab. Belitung, MZ. Hendra Caya menambahkan, diharapkan dengan pertemuan ini kita bisa bekerja secara bersama-sama di dalam penggunaan aplikasi silacak agar dapat menekan dan memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Saat ini Belitung masuk ke level 3, dimana pemerintah daerah di wajibkan setiap harinya dapat mentreking 195 orang perhari sesuai SE Mendagri,” ujar Hendra. (wil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here