SUARATERKINI, Banten – Provinsi Banten kembali menghadirkan destinasi wisata bahari baru dengan diresmikannya Pulau Lima Resort, sebuah kawasan ekowisata modern yang diyakini akan menjadi mercusuar kebangkitan pariwisata bahari di wilayah barat Pulau Jawa.
Peresmian dilakukan pada Sabtu (29/11), yang sekaligus menandai momentum penting bagi sektor pariwisata Banten. Harryadin Mahardika, Principal Pulau Lima Resort, menyebut pembukaan Pulau Lima sebagai tonggak baru dalam upaya menghadirkan inovasi wisata yang berkelanjutan di Banten.
Menurut Harryadin, pemilihan Pulau Lima sebagai lokasi resort bukan tanpa alasan. Pulau ini pernah menjadi Pangkalan Angkatan Laut Kesultanan Banten, sehingga menyimpan nilai historis dan spiritual yang kuat.
“Para panglima armada besar Banten mungkin dibesarkan, dilatih, bahkan dimakamkan di sini. Pulau ini punya karomah dari sejarahnya,” ujarnya.
Harryadin optimistis Pulau Lima akan menjadi simbol kejayaan baru industri wisata bahari. “Insya Allah pulau ini akan menjadi mercusuar baru bagi pariwisata Banten,” tambahnya.
Pembangunan Pulau Lima dilakukan melalui proses panjang dan dirancang dengan pendekatan ekowisata berkelanjutan.
Pulau ini akan menjadi pulau pertama di Banten yang mandiri listrik dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Target kami 100% energi bersih dari PLTS dengan kapasitas hingga 200 KVA,” kata Harryadin. Selain itu, pengelolaan air dilakukan dengan teknologi reverse osmosis dan pengembangan vegetasi baru untuk menjaga ekosistem pulau dan habitat biota laut.
Harryadin berharap kehadiran Pulau Lima dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar, mulai dari UMKM, pemilik perahu, hingga pedagang lokal.
“Kami ingin masyarakat Pamengkang, Karangantu, dan Kasemen juga merasakan berkah dari hadirnya Pulau Lima,” jelasnya.
Pulau Lima menawarkan berbagai aktivitas wisata, seperti banana boat, parasailing, jetski, snorkeling, diving, hingga kolam pancing monster dan bandeng.
Tersedia juga Gongji Restaurant dengan hidangan Chinese food dan seafood segar.
Saat ini, Pulau Lima menyediakan 30 unit cottage dan capsule dengan harga mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp5 juta, serta diskon pembukaan hingga 30 persen. Target tingkat okupansi dipatok 80%, dengan proyeksi break even point selama dua tahun.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi keberanian investor mengembangkan pulau yang tidak berpenduduk ini.
“Pulau ini sulit ditumbuhi pohon, tapi investor mau membangun dan mempertahankan kearifan lokal, termasuk menjaga makam leluhur,” katanya.
Gubernur Andra juga menyoroti hadirnya masjid terapung dan fasilitas wisata lengkap yang menjadikan Pulau Lima sebagai destinasi one stop service.
Pembukaan Pulau Lima diharapkan menjadi penggerak peningkatan kunjungan wisatawan ke Banten dan menjadi kontributor baru bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Gubernur menegaskan bahwa wisata bahari Banten memiliki diferensiasi kuat, mulai dari Anyer–Carita, Tanjung Lesung, Sawarna, hingga Pulau Tunda. Pulau Lima kini hadir sebagai ikon wisata bahari modern dan instagramable.
Andra Soni menekankan bahwa keberhasilan destinasi wisata kini terletak pada kemampuan menghadirkan memorable tourism experience. Ketika wisatawan pulang dengan kesan mendalam, mereka menjadi promotor alami bagi wisata Banten,” ujarnya.
Ia berharap Pulau Lima Resort dapat menjadi alternatif utama bagi wisatawan Banten, Jabodetabek, dan daerah lain di Indonesia.
Pulau Lima Resort secara resmi akan dibuka untuk publik pada 1 Desember 2025, membawa harapan bagi kebangkitan sektor pariwisata bahari Banten menuju citra baru sebagai West Coast Paradise.


