Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta mengadakan salah satu tri darma perguruan tinggi berupa program pengabdian masyarakat secara daring dengan bekerja sama dengan BKB Nurul Fikri yang dimoderatori Head of Marketing BKB NF, Kesha Meisatu, S.Pd, Rabu, (28/6).

Dosen Psikolog Universitas Mercu Buana yang juga narasumber webinar Fatma Nuraqmarina, M.Psi., mengatakan membahas mengenai berpikir positif melalui disiplin kata. Disiplin kata artinya kata-kata yang terucap, yang tertulis selalu kata-kata yang positif. Dari kata-kata yang positif itu akan membuat pikiran kita berpikir positif.

Dosen Psikolog Universitas Mercu Buana, Fatma Nuraqmarina, M.Psi

Dengan tema “Think Positively For Healing”, Fatma Nuraqmarina, mengajak siswa BKB Nurul Fikri untuk disiplin melatih kata- kata positif, dengan memberikan ilustrasi sebuah pertanyaan, Ketika teman-teman merasa lapar dan di hadapan teman-teman tersaji tiga menu makanan diantaranya makanan rumahan (sayur asam, ikan asin, sambal dan tempe goreng), kemudian tersedia juga makanan dari hotel bintang lima dan terakhir tersedia makanan dari keranjang sampah. Makanan mana yang akan teman-teman pilih?

Menurutnya, Sebagian menjawab akan makan makanan rumahan karena masakan mama paling enak, ada juga yang memilih makanan bintang lima karena pasti enak rasanya. Namun tidak ada yang memilih makanan dari keranjang sampah, karena katanya takut sudah basi jadi takut sakit perut, bau, jijik, kotor. Artinya tidak ada satu orang pun yang mau menyakiti dirinya atau mebuat dirinya sakit.

“Makanan dari keranjang sampah itu sama halnya dengan pikiran negatif. Bahwa pikiran negatif akan merusak tubuh kita, mental, jiwa, raga bahkan masa depan kita. Jika makan makanan sampah saja kita tidak mau, maka jangan masukan pikiran kita dengan pikiran sampah, pikiran negatif” ungkap Fatma yang juga ketua pelaksana pengabdian masyarakat Universitas Mercu Buana ini.

Setelah Acara webinar, sebanyak 21 peserta
memberikan feedback mereka mengatakan sangat merasakan manfaat dari acara ini. Dari hasil pre-test dan post-test pada acara ini diketahui kondisi disiplin kata dan berpikir positif siswa sebelum mengikuti webinar sebesar 63,30% kemudian meningkat setelah webinar menjadi 88,23%, menunjukkan bahwa siswa merasakan perubahan kondisi menjadi lebih paham disiplin kata dan lebih berpikir positif sebesar 24,93%.

“Maka mulai saat ini terus berlatih untuk berpikir positif dengan disiplin kata seperti kata sulit diganti menjadi tidak mudah, berat menjadi tidak ringan, gagal diganti menjadi belum berhasil. Artinya tidak ada orang yang gagal di dunia ini yang ada hanya orang yang belum berhasil” pungkas Fatma. (Rep)

1 COMMENT

  1. Membiasakan bertutur kata yang positif akan berpengaruh terhadap pola pikir yang positif, demikian juga sebaliknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here