SUARATERKINI, Jakarta – Kawasan TB Simatupang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat bisnis utama di Jakarta Selatan. Namun, pilihan pusat kuliner yang menghadirkan beragam hidangan dalam satu tempat masih tergolong terbatas. Melihat peluang tersebut, Aston Priority Simatupang menghadirkan konsep berbeda di bulan suci Ramadan 1447 H melalui program Pasar Lama Simatupang, sebuah culinary hub Ramadan yang dirancang sebagai ruang berkumpul berbagai komunitas di kawasan ini.
Berbeda dari konsep buffet hotel pada umumnya, Pasar Lama Simatupang dikemas menyerupai pusat kuliner yang dinamis dan interaktif. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati hidangan berbuka puasa, tetapi juga diajak mengenal latar belakang setiap sajian, proses pengolahannya yang masih mempertahankan teknik tradisional, hingga nilai budaya yang melekat pada menu yang disajikan.
Keunikan lainnya, pilihan menu di Pasar Lama Simatupang berotasi setiap hari. Dengan demikian, pengunjung tidak akan menemukan sajian yang sama, sehingga program ini relevan untuk dikunjungi berulang kali sepanjang bulan Ramadan. Konsep tersebut menjadikan Pasar Lama Simatupang sebagai pilihan ideal untuk berbagai agenda buka puasa bersama, mulai dari reuni alumni, pertemuan rekan kerja, hingga acara keluarga besar.
Melalui program ini, pengunjung dapat menikmati eksplorasi kuliner yang beragam, mulai dari hidangan tradisional Nusantara yang kaya rempah, sajian legendaris yang telah lama akrab di lidah masyarakat Indonesia, hingga menu kekinian yang sedang populer.
“Sebanyak 75 persen menu yang kami hadirkan adalah hidangan legendaris Nusantara yang sudah dikenal lintas generasi. Sisanya 25 persen merupakan menu yang sedang tren atau populer saat ini. Kami ingin menjaga keseimbangan antara warisan kuliner Indonesia dan selera kekinian yang disukai berbagai generasi,” ujar Andi Gevika Rizki, General Manager Aston Priority Simatupang, Jumat (13/2).
Dua menu signature menjadi sorotan utama dalam Pasar Lama Simatupang. Yang pertama adalah Sop Buntut Merah, hidangan berkuah hangat dengan kaldu sapi yang dimasak perlahan bersama tomat hingga menghasilkan kuah merah yang kaya rasa. Potongan buntut yang tebal dan empuk berpadu dengan kuah gurih yang seimbang, menjadikannya pilihan favorit untuk mengawali momen berbuka puasa.
Menu andalan lainnya adalah Daging Asap Ala Simatupang, signature baru yang diperkenalkan khusus pada Ramadan tahun ini. Daging dimasak melalui proses pengasapan selama kurang lebih delapan jam untuk menghasilkan aroma khas yang kuat. Bagian luar matang sempurna, sementara bagian dalam tetap lembut dan juicy, menghadirkan pengalaman kuliner premium bagi para tamu.
Pemilihan nama Pasar Lama Simatupang juga memiliki makna tersendiri. Kata “Pasar” mencerminkan ruang berkumpul dengan beragam pilihan makanan dalam satu area. “Lama” merepresentasikan nilai tradisi serta warisan resep yang tetap dijaga. Sementara “Simatupang” menegaskan lokasi sekaligus memperkuat posisi kawasan ini sebagai destinasi kuliner baru di Jakarta Selatan, khususnya selama bulan Ramadan.
Melalui Pasar Lama Simatupang, Aston Priority Simatupang menegaskan perannya tidak hanya sebagai hotel di kawasan bisnis, tetapi juga sebagai pusat kuliner Ramadan di koridor TB Simatupang. Program ini diharapkan menjadi tempat berkumpul, berbagi kebersamaan, serta menikmati kekayaan cita rasa Nusantara dalam suasana hangat dan penuh makna.


