SUARATERKINI, Jakarta – Tercatat per 31 Desember 2021, PANDI telah melampaui target dengan nama domain .id yang teregistrasi mencapai total 554.330 pada tahun 2021, melampaui target yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 532.213,” ungkap Yudho Giri Sucahyo, Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia atau PANDI saat konferensi pers di Aston Priority Simatupang, Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Dia menjelaskan, jumlah Nama Domain terdaftar pada 2021 naik sebanyak 81.761 atau 17% (Tujuh Belas Persen) Nama Domain dibandingkan dengan tahun 2020 yang memiliki 472.569 Nama Domain terdaftar.

Dengan pertumbuhan data tersebut, kami, menyimpulkan bahwa Nama Domain .id semakin dilirik dan diminati oleh masyarakat Indonesia dan mancanegara.

Dengan jumlah persebaran Nama Domain terdaftar per 31 Desember 2021 terdiri atas 529.241 Nama Domain yang didaftarkan oleh masyarakat Indonesia dan 25.089 Nama Domain yang didaftarkan oleh masyarakat dari mancanegara,” terangnya.

Jika merujuk pada data Juli 2021 dengan capaian angka 534.876 pengguna, Pandi berhasil menjadi registri dengan nama domain terdaftar terbanyak di Asia Tenggara, mengalahkan Vietnam (.vn) sebanyak 531.672, Singapura (.sg) sebanyak 191.579, Malaysia (.my) sebanyak 319.224, dan Thailand (.th) sebanyak 74.302.

Sekarang kita bisa mendeklarasikan bahwa .id sudah menjadi juara di tingkat Asean. Tentunya jangan lalu membuat kita berpuas diri karena Vietnam ini tidak jauh-jauh sama kita, jadi kita harus tetap menjaga ini,” paparnya.

Menurut dia, pihaknya memamg masih belum bisa melampaui .com, namun ia optimis. Karena selisih pertumbuhan domain .id dengan domain .com sudah semakin kecil.

Jadi kita berharap, mindset untuk membangun brand awareness dengan menggunakan domain .id dapat berkembang di masyarakat sehingga dapat mengalahkan domain .com yang saat ini telah menjadi merek khas tersendiri,” tegasnya.

Menutup tahun 2021, PANDI juga Mendaftarkan SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk 3 aksara Nusantara yaitu Jawa, Bali dan Sunda pada bulan November 2021.

Pencapaian positif selama 2021, tidak membuat PANDI lengah dan ingin membawa PANDI ke level selanjutnya. PANDI sudah menyiapkan strategi optimis untuk melebarkan volume pengguna Nama Domain .id di seluruh dunia dengan menargetkan 702.374 Nama Domain terdaftar, meningkatkan persentase pangsa pasar Nama Domain .id mencapai 38% (Tiga Puluh Delapan persen) terhadap total Nama Domain terdaftar di Indonesia, dan meningkatkan persentase jumlah Nama Domain .id yang terdaftar oleh Registran Internasional menjadi sebesar 10% (Sepuluh persen) terhadap keseluruhan Nama Domain terdaftar sampai akhir tahun 2022.

PANDI akan melakukan penguatan dan Pengembangan DNS dan Sistem Registri Mandiri dengan memastikan tercapainya SLA (Service Level Agreement) untuk DNS 99,9% (Sembilan Puluh Sembilan Koma Sembilan persen), WHOIS 99,5% (Sembilan Puluh Sembilan Koma Lima persen) dan SRM 99,5% (Sembilan Puluh Sembilan Koma Lima persen).

Mengingat pertumbuhan pendaftaran Nama Domain yang terus memperlihatkan angka pertumbuhan positif, PANDI juga akan melakukan peningkatan skalabilitas sistem yang dapat menampung hingga 2 juta Nama Domain dan memperkuat ketahanan Registri serta meningkatkan kualitas layanan Registri sesuai Standar Nasional dan Internasional dengan memastikan tersedianya layanan pelanggan 24/7 (24 jam dalam 7 hari).

Tidak hanya memperkuat dari sisi teknis. PANDI juga memperhatikan peningkatan mutu, kompetensi, dan soliditas SDM (Sumber Daya Manusia) dengan menyelenggarakan pengembangan kompetensi karyawan, tersedianya personel yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan terciptanya lingkungan kerja yang produktif dan meningkatnya soliditas antar personel.

Dari sisi kebijakan Registri, PANDI akan melakukan penguatan dengan membuat model hukum perikatan Registri, memiliki kebijakan Nama Domain yang mengacu pada Standar Nasional dan Internasional serta perumusan Tata Kelola Registri sesuai dengan Standar Nasional dan Internasional.

Pada 2022, PANDI juga akan meningkatkan layanan U.ID dengan mengintegrasikannya dengan 3 produk PANDI dan 5 produk eksternal. Gerakan MIMDAN (Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara) juga akan menambah 2 aksara nusantara yang memiliki standar SNI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here