SUARATERKINI, Jakarta – Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) sebagai organisasi terbesar yang menghimpun sarjana ilmu komunikasi akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 pada Rabu (8/12/2021) nanti.

Menurut Ketua Panitia, Ade Kadarisman, munas kali ini tidak sekadar memilih ketua umum melainkan juga menjadi ajang terbaik untuk menguatkan peran dari sarjana komunikasi itu sendiri.

“Munas ke-8 ISKI ini menjadi momentum terbaik bagi organisasi satu-satunya yang menghimpun sarjana komunikasi di Indonesia untuk bersinergi dan bersatu dalam pengembangan keilmuan komunikasi baik secara teoritis maupun praktis,” kata pria lulusan Universitas Paris 1 Panthéon-Sorbonne ini.

Acara yang mengusung tema ISKI Harmoni Bagimu Negeri ini juga akan dibarengi dengan Konferensi Nasional Komunikasi (KNK). Konferensi tersebut selain akan memberikan ruang akademik bagi puluhan dosen untuk membentangkan hasil pemikirannya, juga akan menghadirkan pembicara berskala internasional.

“Sudah menjadi tradisi di ISKI bahwa sebelum munas akan dilakukan konferensi nasional terlebih dahulu, “ kata Ade yang pernah menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Paris ini, “sehingga jelas kita akan melihat bagaimana para sarjana komunikasi itu jauh berkembang dalam perspektif keilmuannya.”

KNK sendiri akan menghadirkan narasumber Prof. Hermin Indah Wahyuni dari UGM, Prof. Ibnu Hamad dari UI, Prof. Daro’ Sri Syed Arabi Idid dari International Islamic University Malaysia, Waqas Ejaz, Ph.D dari National University of Science and Technology Pakistan yang telah dikenal luas kontribusinya bagi keilmuan komunikasi. Juga, dilengkapi dengan pembicara kunci dari Dirjen IKP Kominfo, Usman Kansong, dan Dirjen Diktiristek, Prof.Nizam.

Ade berharap semoga dengan KNK dan Munas ini ISKI benar-benar bisa memberikan pernyataan tegas bahwa sarjana ilmu komunikasi memiliki peran bagi pembangunan bangsa.

Selain itu, ISKI juga diharapkan mampu menjadi payung untuk semua lulusan sarjana ilmu komunikasi untuk berperan aktif memberikan sumbangsih nyata bagi Indonesia.

“Sudah saatnya kita bersama-sama meneguhkan peran maupun aktivitas ilmu komunikasi agar lebih berdaya saing dan terutama menjadi motor penggerak bagi pembangunan secara nasional,” pungkas pria kelahiran Cirebon ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here