SUARATERKINI, Tanjungpandan – Dalam rangka memperjuangkan H.AS Hanandjoeddin sebagai pahlawan nasional, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Belitung menggelar pertemuan dengan DPRD Belitung Timur serta berbagai tokoh di Belitung.

Dalam pertemuan di resto Kareso Food dan Garden Jalan Gatot Subroto, Tanjung Pandan tersebut, disepakati perbaikan dan data tambahan yang diperlukan agar H.AS Hanandjoeddin dapat diterima sebagai pahlawan nasional.

“Pertemuan ini diharapkan akan membicarakan mana yang akan diperbaiki dalam penyusunan langkah ke depannya. Karena, dua tahun lalu pernah diusulkan, namun ditolak karena memerlukan data tambahan,” ujar Ketua DPRD Belitung, Ansori di Tanjungpanda, Senin (7/6).

Menurutnya, DPRD Belitung siap sesuai fungsinya menganggarkan dalam mengusulkan kembali usulan pahlawan nasional H.AS Hanandjoeddin.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Belitung Timur, Djafri mengatakan DPRD Belitung Timur berharap agar dapat bersinergi sehingga pengusulan kembali ini dapat terlaksana.

“Kami mendukung kembali apa yang harus kita didiskusikan dan rencanakan kedepannya. Pertemuan ini unutuk memperkuat pengusulan kembali H.AS Hanandejoddin menjadi pahlawan nasional,” ujar Djafri.

Ia menambahkan, bahwa sebelumnya pengusulan pahlawan nasional memang sudah dilakukan namun pengusulan tersebut belum berhasil ada eberapa persoalan yang harus dilengkapi lagi

“Berdasarkan Surat Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor: 12/ 3/PB./05.01/01/19 tentang hasil pengusulan calon pahlawan nasional atas nama H.AS Hanandjoeddin bahwa ada tiga poin kekurangan yang harus dilengkapi,” tambahnya.

Dia menuturkan, kekurangan tersebut diantaranya adalah data tentang beliau selama masih di Malang dalam perjuangan kemerdekaan, bentuknya adalah tugu atau monumen sebagai cermin perjuangan di Kabupaten Malang. Kemudian adalah data sewaktu beliau menjadi Bupati Belitung.

“Dan ketiga dari paparan buku bigorafi, meskipun punya kontribusi besar selama masa kemerdekaan sebagai teknisi pesawat namun belum tergambar perjuangan beliau pada masa kemerdekaan. Oleh karena itu, harus dibentuk tim kajian,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Belitung, Nurman Sunanda mengatakan pihaknya sedang menyusun naskah akademik untuk dimasukan ke dalam perubahan kemudian nanti buku kedua tentang perjuangan H.AS Hanandjoeddin Belitung akan dicetak.

“Kami berharap pendanaannya didukung oleh Banggar DPRD Belitung,” ujarnya.(wil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here