SUARATERKINI, Jakarta – Universitad Sahid (Usahid) Jakarta merayakan dies natalis yang ke 32 sekaligus peresmian renovasi gedung (face off) sehingga Gedung Usahid tampak lebih Indah dan nyaman, dengan demikian proses belajar mengajar mahasiswa dapat menjadi lebih nyaman dan kondusif.

Sejak didirikan 32 tahun yang lalu Usahid telah dipimpin oleh 12 Rektor, yaitu (1) Prof. Sambas, (2) Prof. Mawardi Yunus, (3)Prof. Lukito Sukahar, (4)Prof. Darwis Gani, (5)Prof. Sowam Mashuri, (6)Prof. Hidayat Sarief; (7)Prof. Tety Soemitroremy; (8) Prof. Toni Daroko; (9) Prof. Budi .S’ (10). Prof. Rahman; (11) Prof. Hardinsya; dan (12) Prof. Kholil yang merupakan rektor pertama berasal dari internal.

Ketua Umum YSJ, Prof. DR. Nugroho B. Sukamdani, MBA., BET, mengatakan agar Usahid kedepan dapat meningkatkan reputasi akademik dan mampu segera merespon kebijakan Kampus Merdeka yang dicangkan Menetri Pendidikan baru-baru ini.

Oleh karena itu perlu segera melakukan transformasi sumberdaya terutama para tenaga pengajarnya untuk mengembangkan creative learning,” tegasnya disela-sela acara dies natalis yang ke 32 dan peresmian face off gedung Usahid Jakarta, Sabtu (14/3/20).

Jadi, tentang kampus merdeka belajar ini. Usahid sangat merespons dengan cepat dan tepat agar dapat dilaksanakan dengan baik.

Hal ini penting karena kurikulum dan metode pendidikan harus selalu update dan disesuaikan dengan perubahan iklim bisnis, industri yang semakin kompetitif dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sains,” bebernya.

Sementara itu, Rektor Usahid, Prof. Dr. Ir. Kholil, M.Kom menyatakan,” hari ini, Usahid memasuki usia yang ke 32 dan Usahid telah meluluskan lebih dari 10,000 orang yang terdiri dari Diploma, Sarjana, Magister, maupun Doktor dan telah mengisi di berbagai bidang baik di pemerintahan, bisnis maupun akademis.

Untuk itu, guna mengembangkan pembelajaran yang baik, Usahid melakukan
pengembangan sarana kampus yang lebih adaptif terhadap perkembangan jaman.

Selain itu, dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa Usahid sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.

Dan, juga dapat memberikan dukungan terhadap proses akademik mahasiswa baik dari aspek hard skill maupun soft skill, sehingga menghasilkan lulusan yang unggul, beriman, bertaqwa, berbudaya dan religius.

Sebagai informasi, peresmian Face Off gedung merupakan salah satu rangkaian Dies Natalis ke 32 Usahid yang tahun ini mengambil tema Healthy dan wealthy.

Kegiatan Dies Natalis lainnya antara lain Seminar Nasional Gizi tema The Breakfast Habit Transform, Talkshow tentang Virus Corona, Lomba Debat Pangan, Pembagian Sembako & Pengobatan Gratis, Donor Darah, Lomba-lomba Internal, Seleksi Sumber Daya Manusia (SDM) berprestasi serta Syukuran & Gathering.

Peresmian face off gedung Usahid ditandai dengan penekanan bel secara bersama oleh para pimpinan Usahid dan Yayasan Sahid Jaya (YSJ). Yang dilanjutkan dengan peninjauan auditorium Prof. Dr. H. Sukamdani Sahid Gitosardjono dan Ruang Prof. Sambas Wirakusumah yang baru di renovasi.

Pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur Dies Natalis ke 32 Universitas Sahid dilakukan di ruang Auditorium Prof. Dr. H. Sukamdani Sahid Gitosardjono oleh Pimpinan Usahid dan Yayasan Sahid Jaya serta seluruh civitas akademika Usahid dan undangan.

Peresmian face off gedung dirangkaikan juga dengan penandatanganan naskah kerjasama (MOU) antara Universitas Sahid dengan beberapa instansi, yaitu PT. Sentana Mitra Kualita, PT. Arya Bangkit Widya dan PT. Unilab Perdana.

Kerjasama ini untuk memperkuat sinergi antara Universitas dan industri sehingga mahasiswa Usahid akan memiliki kemudahan akses melakukan kerja praktek & riset. Di samping itu Usahid akan lebih cepat menyalurkan produk penelitiannya ke pasar riil serta mendapat akses perubahan-perubahan baru di dunia industri.

Diharapkan sinergi antara Universitas, Pemerintah dan Industri dapat menghasilkan perkembangan ilmu dan teknologi yang berjalan baik.

Universitas Sahid melalui pusat inovasi dan incubator bisnisnya ke depan akan terus meningkatkan reputasinya, dengan melakukan inkubasi terhadap invensi yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa; menjadi inovasi yang dapat dihilirisasi untuk kepentingan masyarakat dan bahkan dikomersialisasikan.

Dalam rangka mewujudkan misinya Usahid menargetkan melalui inkubator bisnis dapat menghasilkan start up bisnis atau PPBT (Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi) yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here