SUARATERKINI, Tanjungpandan – Menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang akhir-akhir ini melanda Pulau Belitung, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lidik Bangka Belitung, meminta pihak Pertamina membenahi pengaturan pendistribusian BBM di Kabupaten Belitung antara kebutuhan kendaraan bermotor dan aktivitas tambang.

“Sebagai solusi jangka pendek Pertamina harus bisa mengatur pendistribusian BBM antara penambang dan kebutuhan kendaraan bermotor,” kata Ketua DPW Lidik Babel Samsurizal atau Bang Rizal ketika ditemui awak media, Kamis (23/9) pagi.

Hal ini disampaikannya guna menyikapi terjadinya kelangkaan BBM jenis Premium dan Pertalite di Belitung dan Belitung Timur dalam beberapa hari terakhir ini.

Ia mengatakan, kelangkaan BBM yang terjadi di wilayah Belitung dan Belitung Timur saat ini merupakan kondisi situasional dimana ada peningkatan permintaan dan konsumsi BBM dari masyarakat penambang.

“Karena ini disebabkan oleh kenaikan harga timah yang menyentuh Rp250 ribu per kilogram,” katanya.

Sedangkan untuk solusi jangka panjang, lanjunya, Pertamina dapat menambah jumlah kuota BBM ke Belitung guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan.

Disamping itu, kehadiran aparat Kepolisian dinilai penting dalam mengawasi pelaksanaan distribusi BBM guna mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan oleh oknum spekulan.

“Peran Kepolisian atau aparat penegak hukum haru mengawasi dan bisa menindak tegas pelanggaran,” ujarnya. (wil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here