SUARATERKINI, Tanjungpandan – Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan sebanyak delapan orang di daerah itu yang baru saja terkonfirmasi positif COVID-19 varian Omicron telah dinyatakan sembuh.

“Delapan pasien yang dilaporkan terkonfirmasi positif COVID-19 varian telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan secara intensif oleh tim medis.,” kata Ketua Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Belitung, Sahani Saleh di Tanjung Pandan, Rabu (2/2).

Dirinya membenarkan, bahwa sebanyak delapan dari sembilan sampel pasien positif COVID-19 di daerah itu yang dikirim ke Laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) dinyatakan positif COVID-19 varian Omicron.

“Sedangkan satu sampel lainnya saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan apakah positif varian Omicron atau bukan,” ujarnya.

Ia mengatakan, kasus COVID-19 varian Omicron di daerah itu ditemukan berawal dari satu orang yang pernah melakukan perjalanan ke luar daerah yaitu Jakarta dan terkonfirmasi positif COVID-19 pada Januari lalu.

Dari satu orang pasien tersebut, lanjut dia, Satgas COVID-19 melakukan pelacakan dan penelusuran sehingga ditemukan klaster penyebaran COVID-19 yang dicurigai varian Omicron berdasarkan hasil CT Value PCR.

Kemudian sebanyak sembilan sampel pasien positif COVID-19 tersebut dikirim ke Laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) pada 24 Januari lalu dan hasilnya baru diketahui pada Selasa (1/2) kemarin.

“Sehingga kami nyatakan saat ini kasus COVID-19 varian Omicron merupakan klaster perjalanan luar daerah,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Joko Sarjono mengatakan varian Covid-19 Omicron masuk Belitung setelah terkonfirmasi terhadap delapan warga yang berada di wilayah kerja Puskesmas Air Saga.

“Proses tracking telah dilakukan kepada pasien-pasien tersebut. Semula dari satu orang warga yang pulang dari Jakarta dan terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian menularkan kepada anggota keluarga dan beberapa kontak lain,” ujarnya.

Setelah ditelusuri, ditemukan 11 sampel positif, 9 di antaranya terindikasi Omicron. Sampel ini kemudian dikirim ke lab di Jakarta. Yang menentukan sampel dikirim atau tidaknya dari rumah sakit, berdasarkan CT Value hasil tes PCR, kalau di bawah 30, sampelnya harus dikirim ke lab.

Sejumlah sampel tersebut menurutnya, telah dikirim pada Senin (24/1) lalu. Dari 9 sampel yang dikirim, 8 di antaranya terkonfirmasi merupakan varian Omicron, sementara 1 sampel masih dalam pemeriksaan.

“Kedelapan pasien tersebut mengalami gejala ringan dan sedang sehingga tidak menjalani perawatan di rumah sakit, melainkan isolasi mandiri. Mereka yang terkonfirmasi Omicron, sebanyak lima perempuan dan tiga laki-laki dari fasilitas kesehatan pengirim PKM Air Saga,” lanjutnya.

Ia melanjutkan, upaya dinkes Belitung dengan masuknya Omicron saat ini yaitu memperketat tracing bagi masyarakat yang memiliki gejala setelah bepergian dari luar daerah, khususnya Jakarta.

“Jika yang bergejala rendah harus melakukan isolasi mandiri selama minimal 10 hari sesegera mungkin, sementara jika bergejala sedang dan berat sehingga memerlukan alat bantu infus, oksigen dll itu harus diisolasi di rumah sakit,” tutupnya. (wil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here