SUARATERKINI, Tanjungpandan – Arus penumpang pesawat di Bandara Internasional H.AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, mengalami penurunan menjelang larangan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah pada 6-17 Mei 2021.

“Sebelum bulan suci Ramadhan 1442, tanggal 1-12 April 2021, rata – rata penumpang mencapai 1.000 sampai 1.800 orang dalam sehari. Namun sejak awal Ramadhan 13 April mulai turun menjadi rata-rata 800 an orang penumpang dalam sehari. ,” kata Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Cabang Bandar Udara H.AS Hanandjoeddin, Untung Basuki di kantornya, Kamis (29/4).

Menurutnya, jumlah pergerakan penumpang domestik di bandara tersebut secara keseluruhan dari tanggal 1 sampai 28 April mencapai 29.971 orang sedangkan jumlah pergerakan pesawat domestik sebanyak 344 pergerakan.

“Pergerakan pesawat dalam sehari rata-rata 10-12 kali (5-6 take off dan 5-6 landing),” tambahnya.

Pihaknya memprediksi, pergerakan penumpang dan pesawat masih akan seperti ini menjelang masa peniadaan mudik, dimana saat ini pemerintah melalui satgas covid sudah mengeluarkan adendum Surat Edaran mulai 22 April sampai 5 Mei untuk pengetatan perjalanan.

“Terkait pengetatan, tidak ada yang berubah dalam persyaratan perjalanan, hanya masa berlaku untuk pemeriksaan PCR yang biasanya 3×24 jam, antigen yang biasanya 2×24 jam, dan GeNose akan disamakan yaitu 1x 24 jam,” kata Untung.

Sementara untuk masa peniadaan mudik 6-17 Mei 2021, pihaknya akan mendirikan posko khusus untuk pengecekan dokumen. Karena, perjalanan masih diperbolehkan untuk urusan non-mudik, seperti angkutan logistik, perjalanan dinas, berobat, dan menjenguk orang sakit, dengan melampirkan dokumen pendukung.

“Selama tanggal 6-17 Mei, akan mendirikan posko khusus untuk melayani pengecekan dokumen bagi penumpang non mudik. Karena, maskapai harus tetap melayani penumpang yang bepergian bukan untuk urusan mudik, namun harus ada dokumen pendukung dari atasan (untuk dinas) dan keterangan dari lurah setempat (untuk keperluan berobat atau menjenguk orang sakit),” paparnya.

Sementara terkait penggunaan Genose di bandara tersebut, saat ini hanya 20 persen dari keseluruhan penumpang yang menggunakannya. Hal ini karena banyak penumpang yang masih memanfaatkan fasilitas swab antigen gratis yang dibundling dengan tiket yang merupakan promosi dari maskapai.

“Masyarakat masih banyak yang memanfaatkan fasilitas promosi tiket plus swab antigen dari maskapai,” tutupnya. (wil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here