SUARATERKINI, Tangerang – Lebih dari sekadar adu keterampilan memasak, kompetisi kuliner internasional menjadi panggung bagi para chef untuk membuktikan kreativitas, ketepatan teknik, hingga kemampuan mengolah kekayaan bahan pangan menjadi sajian berkelas dunia. Semangat tersebut terlihat dalam The 8th La Cuisine Culinary Competition 2026 yang diikuti lebih dari 1.100 chef dari berbagai negara di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, pada 4-7 November 2026.
Menjadi bagian dari rangkaian KRISTA InterFOOD 2026, kompetisi yang diselenggarakan Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia bersama Krista Exhibitions ini menghadirkan beragam kategori perlombaan. Mulai dari pengolahan hidangan panas (hot cooking), pastry, hingga kreasi makanan tradisional Nusantara.
Ajang ini tidak hanya menjadi arena unjuk kemampuan bagi chef profesional, tetapi juga membuka kesempatan bagi calon chef muda dan mahasiswa untuk mengasah keterampilan, menguji kreativitas, serta mengukur kemampuan mereka berdasarkan standar industri kuliner internasional.
La Cuisine 2026 semakin istimewa karena telah mendapatkan pengakuan melalui sertifikasi World Association of Chefs’ Societies (Worldchefs). Bahkan, tahun ini kompetisi tersebut dipercaya menjadi tuan rumah Worldchefs Global Championships Regional Semi-Final Asia.
Untuk memastikan kualitas dan objektivitas penilaian, panitia menghadirkan 30 juri bersertifikat Worldchefs Certified Judges. Para peserta berkompetisi memperebutkan medali emas, perak, perunggu, hingga predikat diploma.
Aspek penilaian mencakup keterampilan memasak, teknik pengolahan, kreativitas, konsistensi, serta kualitas akhir hidangan yang disajikan.
Kehadiran kompetisi ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di bidang kuliner. Mereka mendapat kesempatan menguji kemampuan secara langsung di luar lingkungan kampus, sekaligus berhadapan dengan standar dan atmosfer kompetisi profesional.
Dalam kompetisi tersebut, peserta tidak cukup hanya menghasilkan hidangan dengan cita rasa yang baik. Mereka juga dituntut mampu mengatur waktu, menjaga konsistensi hasil masakan, bekerja sama dalam tim, serta memperhatikan detail penyajian.
Sekretaris Jenderal Worldchefs, Temmy Rahmat, mengatakan kompetisi yang menjadi bagian dari KRISTA InterFOOD 2026 tersebut merupakan salah satu program internasional yang mendapatkan pengakuan global dan masuk dalam kalender kegiatan Worldchefs.
Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi berskala internasional ini membuka peluang bagi chef Indonesia untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperluas kiprah di tingkat dunia.
“Ini menjadi bagian dari program internasional yang memungkinkan kegiatan tersebut terdaftar dan diakui secara global, sekaligus masuk dalam kalender kegiatan internasional,” ucap Temmy, Kamis (5/11).
Ia menambahkan, keterlibatan peserta dari berbagai negara serta kehadiran juri dan praktisi kuliner internasional menjadi kesempatan untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan standar profesional di bidang kuliner.
Menariknya, kompetisi ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada komunitas chef internasional. Melalui kelas kuliner, para peserta diajak mengenal makanan tradisional Nusantara, khususnya aneka jajanan pasar, termasuk karakter rasa dan teknik pengolahannya.
Temmy menilai kuliner tradisional Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sajian yang lebih modern tanpa kehilangan cita rasa autentiknya.
“Kami ingin mendorong agar jajanan pasar dan makanan tradisional Indonesia dikemas lebih menarik dan modern. Namun, penampilan bukan satu-satunya hal yang penting. Rasa tetap harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai makanan hanya terlihat cantik dan menarik, tetapi kualitas rasanya tidak diperhatikan,” tegasnya.
Selain memperkenalkan kuliner Nusantara, kegiatan tersebut juga memberikan wawasan mengenai makanan khas negara lain, seperti Thailand dan Malaysia. Pertukaran pengalaman ini diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta dalam mengembangkan inovasi kuliner.
Temmy berharap, melalui La Cuisine Culinary Competition 2026, semakin banyak chef muda Indonesia yang memiliki kompetensi, kreativitas, dan kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat internasional.
Pengalaman berkompetisi, sertifikat, serta pengakuan internasional yang diperoleh peserta diharapkan menjadi modal penting dalam membangun portofolio dan mengembangkan karier di industri kuliner profesional.
Melalui kolaborasi antara ACP Indonesia, Krista Exhibitions, dan Worldchefs, La Cuisine 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan talenta-talenta kuliner berprestasi, tetapi juga memperkuat posisi kuliner Indonesia agar semakin dikenal dan memiliki daya saing di panggung dunia.


