SUARATERKINI, Jakarta – Di tengah masih terbatasnya akses kerja bagi penyandang disabilitas di Indonesia, Maxim Indonesia mengambil langkah nyata dengan membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif. Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Cheshire Indonesia, perusahaan transportasi online pada Rabu (24/6) berkomitmen mendukung kemandirian penyandang disabilitas melalui akses mobilitas, kesempatan kerja, serta perlindungan sosial.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya Maxim dalam mendorong pemberdayaan penyandang disabilitas fisik. Berdasarkan data yang ada, tingkat partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas di Indonesia baru mencapai 44 persen, masih jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 69 persen.
Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, mengatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas untuk hidup mandiri dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas agar dapat hidup mandiri dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ucap Dirhamsyah.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Maxim memberikan saldo perjalanan senilai Rp18 juta kepada Yayasan Cheshire Indonesia. Bantuan tersebut akan digunakan untuk mendukung mobilitas para penerima manfaat yayasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari maupun kegiatan produktif.
Tak hanya itu, Maxim juga menghadirkan program khusus bagi penyandang disabilitas yang bergabung sebagai mitra pengemudi. Mereka dapat menikmati program bebas komisi sehingga seluruh pendapatan yang diperoleh dapat diterima secara penuh tanpa potongan. Selain itu, para mitra juga mendapatkan perlindungan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tanpa biaya.
Menurut Dirhamsyah, kebijakan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan kesempatan yang setara di era ekonomi digital.
“Program bebas komisi dan perlindungan sosial merupakan bentuk investasi kami dalam menciptakan kesempatan yang setara di tengah perkembangan ekonomi digital,” katanya.
Dalam acara penandatanganan MoU tersebut, Maxim juga memperkenalkan kendaraan yang telah dimodifikasi untuk mendukung kebutuhan pengemudi penyandang disabilitas. Modifikasi tersebut meliputi penyesuaian pedal gas dan rem pada kendaraan roda empat, serta perubahan desain tempat duduk pada kendaraan roda dua agar lebih nyaman dan aman digunakan.
Komitmen terhadap inklusivitas juga diwujudkan melalui berbagai inovasi teknologi yang telah diterapkan Maxim sebelumnya. Beberapa di antaranya adalah dukungan fitur TalkBack untuk pengguna tunanetra, fitur percakapan bagi penumpang dengan gangguan pendengaran, serta notifikasi khusus kepada pengemudi ketika penumpang membutuhkan bantuan tambahan selama perjalanan.
Upaya tersebut menjadi penting mengingat tantangan yang masih dihadapi penyandang disabilitas di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat sekitar 22,97 juta penyandang disabilitas atau sekitar 8,5 persen dari total populasi nasional. Tingkat kemiskinan pada kelompok ini mencapai 11,42 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 8,57 persen.
Selain itu, dari 720.748 penyandang disabilitas yang bekerja, sekitar 75 persen masih berada di sektor informal dan hanya 2,8 persen yang memiliki pendidikan tinggi. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya kebutuhan akan akses yang lebih luas terhadap kesempatan kerja dan pemberdayaan ekonomi.
Ketua Yayasan Cheshire Indonesia, Janthy Nihardjo, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Maxim akan memberikan manfaat nyata bagi penyandang disabilitas dalam meningkatkan mobilitas sekaligus memperluas akses terhadap peluang ekonomi.
“Kerja sama ini sangat berarti karena membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk bermobilitas, bekerja, dan hidup mandiri. Kami sangat mengapresiasi komitmen Maxim dalam menghadirkan peluang yang lebih inklusif bagi semua,” ujar Janthy.
Melalui kolaborasi ini, Maxim dan Yayasan Cheshire Indonesia berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi, sekaligus membangun masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera.


