IHDC Youth Tanamkan Budaya Sarapan Sehat Melalui Program Sarapan Bergizi

AdvertisementAds

SUARATERKINI, Jakarta – Komitmen generasi muda dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional kembali diwujudkan melalui aksi nyata. IHDC Youth, organisasi kepemudaan yang berfokus pada pembangunan kesehatan Indonesia, menggelar program Sarapan Bergizi bersama para santri Pesantren Alam Pangrango, Bogor, Sabtu (30/5).

Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan IHDC Youth dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran gizi anak serta remaja melalui pendekatan edukatif yang dipadukan dengan praktik langsung. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pola makan sehat, tetapi juga belajar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

IHDC Youth lahir dari keyakinan bahwa generasi muda dapat menjadi bagian dari solusi dalam pembangunan kesehatan Indonesia. Sejak diluncurkan pada tahun 2025, organisasi ini mengajak anak-anak muda dari berbagai latar belakang untuk berperan aktif dalam berbagai program kesehatan yang berdampak bagi masyarakat.

Pesantren Alam Pangrango dipilih sebagai lokasi awal pengembangan program Sarapan Bergizi karena menawarkan lingkungan belajar yang mendukung integrasi antara edukasi gizi, pertanian, dan pembentukan karakter. Bersama para santri, IHDC Youth mengembangkan pemanfaatan hasil kebun pesantren sebagai sarana pembelajaran mengenai pangan, gizi, dan pola hidup sehat.

BACA JUGA:  ASYA Hadirkan Rumah Masa Depan Pertama di Jakarta Timur

Ketua IHDC Youth, Eriq Moeloek, menegaskan bahwa isu gizi merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.

“Kami menyambut baik berbagai upaya peningkatan kualitas gizi yang saat ini menjadi perhatian nasional. Sebagai organisasi anak muda, kami ingin ikut mengambil bagian dan memberikan kontribusi melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui Sarapan Bergizi, kami berharap dapat mendukung tumbuhnya kebiasaan makan yang lebih sehat sejak usia dini,” ujar Eriq.

Dalam pelaksanaannya, program ini mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang dan prinsip Isi Piringku sebagai panduan praktis penyusunan pola makan harian. Para peserta diperkenalkan pada pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman guna mendukung pertumbuhan, kesehatan, serta kemampuan belajar.

Program Sarapan Bergizi juga dikembangkan bersama ahli gizi Elsa Hilman-Jenie, yang terlibat sejak tahap penyusunan konsep edukasi. Selain membahas prinsip gizi seimbang, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai higiene dan sanitasi pangan, mulai dari praktik enam langkah mencuci tangan, menjaga kebersihan dalam pengolahan makanan, hingga penerapan alur kerja dapur satu arah (one way kitchen flow) untuk mencegah kontaminasi silang.

BACA JUGA:  IMOS+ 2023 Akan Segera Digelar di ICE BSD City

Menurut Elsa, edukasi gizi harus berjalan seiring dengan pemahaman tentang keamanan pangan.

“Melalui program ini kami ingin memperkenalkan prinsip gizi seimbang dalam praktik sehari-hari. Selain memahami komposisi makanan yang seimbang, para santri juga diperkenalkan pada berbagai kebiasaan yang mendukung keamanan pangan dan kesehatan sehari-hari,” jelas Elsa.

Salah satu keunikan program ini adalah penerapan konsep from farm to table, yaitu pendekatan yang mengajak peserta memahami perjalanan pangan sejak proses budidaya hingga menjadi makanan yang tersaji di meja makan. Dalam berbagai sesi kegiatan, para santri memanfaatkan hasil kebun pesantren seperti singkong, labu siam, kangkung, dan kacang panjang untuk diolah menjadi menu sarapan bergizi.

Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya belajar mengenai kandungan gizi makanan, tetapi juga memahami pentingnya kemandirian pangan dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Program ini juga memperkenalkan konsep diversifikasi pangan. Para peserta diajak memahami bahwa sumber karbohidrat tidak selalu harus berasal dari nasi. Singkong hasil panen pesantren, misalnya, dimanfaatkan sebagai alternatif sumber karbohidrat yang diolah menjadi berbagai hidangan sehat dan bergizi.

BACA JUGA:  Sharp Kembangkan Prototipe Head – Mounted Display untuk VR

Eriq menjelaskan bahwa tujuan jangka panjang program Sarapan Bergizi bukan sekadar memberikan pengetahuan, melainkan membentuk kebiasaan hidup sehat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“Kami berharap anak-anak dapat membawa pengalaman yang mereka peroleh selama program ini ke kehidupan sehari-hari. Harapannya, kebiasaan-kebiasaan baik yang dibangun selama kegiatan dapat terus diterapkan, baik di lingkungan pesantren maupun di rumah,” tambahnya.

Program Sarapan Bergizi telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak akhir tahun 2025 di Pesantren Alam Pangrango. Berbagai pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh dari pelaksanaan program ini akan menjadi dasar bagi IHDC Youth untuk menyusun model dan panduan yang dapat diterapkan di sekolah, pesantren, serta berbagai institusi pendidikan lainnya.

Ke depan, IHDC Youth berharap semakin banyak anak muda, komunitas, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam kolaborasi untuk memperkuat edukasi gizi serta membangun budaya hidup sehat di masyarakat.

Melalui langkah-langkah sederhana seperti sarapan bergizi, IHDC Youth percaya bahwa perubahan besar dalam kualitas kesehatan generasi Indonesia dapat dimulai dari kebiasaan baik yang dibangun sejak dini.