Suaraterkini.com.- Sate Padang Rajo Roxy dikenal dengan taburan kuah kental dari 18 macam rempah dan bawang goreng melimpah. Cita rasa khas ini membuat pelanggan merasa puas dan kenyang setiap kali menyantapnya.
Kuliner khas Sumatera Barat ini telah berdiri sejak tahun 1979. Berlokasi di pusat kota, tepatnya di Jalan Biak Roxy, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat atau di seberang Apotik Roxy. Dengan gerobak dan tenda, Sate Padang Rajo Roxy selalu ramai pembeli.
Kepulan asap dari panggangan sate dengan aroma khas mengundang selera. Satu porsi berisi 10 tusuk sate dan ketupat dijual seharga Rp30.000.
Heri, pengelola saat ini, menjelaskan nama “Rajo Roxy” diambil dari nama sang ayah. “Kata Rajo itu diambil dari nama bapak saya, Rayo. Tulisannya menggunakan ejaan lama. Pelanggan memanggil bapak saya Uda Rayo. Beliau telah meninggal pada Ramadan 1447 Hijriyah,” jelas Heri.
Menurut Heri, rahasia popularitas Sate Padang Rajo Roxy terletak pada tiga hal: olahan sate, kuah, dan bawang. Untuk sate, digunakan daging sapi dengan berbagai bagian seperti daging, lidah, dan jantung. Kuahnya diracik dari 18 macam rempah asal Minang dengan takaran berbeda yang disatukan. Sementara bawang goreng diolah sendiri tanpa campuran.
“Bawang kita asli, tidak ada campuran. Pelanggan suka dan sering minta ditaburkan lebih banyak,” ungkapnya.
Sate Padang Rajo Roxy buka setiap hari pukul 16.00–23.00 WIB. Dalam sehari, warung ini bisa menjual lebih dari 500 tusuk sate. Pelanggan Sate Padang Rajo Roxy berasal dari berbagai wilayah, tidak hanya sekitar Roxy, tetapi juga Tangerang, Depok, dan Bekasi. Karena ramai, sejumlah konten kreator makanan turut membuat konten di tempat ini. Beberapa tokoh, publik figur, dan influencer juga pernah mencicipi sate ini.
“Cukup banyak yang meliput dagangan kita. Konten kreator juga bikin kontennya di sini. Yang makan di sini ada dari tokoh-tokoh, publik figur, influencer, dan konten kreator,” ucap Heri.
Salah satu pelanggan, Adi (50) warga Tomang, Jakarta Barat, mengaku sudah berlangganan sejak muda. “Awalnya diajak orang tua. Rasanya enak banget. Sekarang saya bawa anak dan istri, mereka juga suka makan di sini,” ujarnya saat menyantap sate bersama keluarga.
Pelanggan lain, Lisa (45) warga Sunter, Jakarta Utara, juga datang bersama keluarga. “Awalnya diajak teman, sekarang saya sering balik lagi. Anak saya doyan banget, bisa nambah berkali-kali. Saya juga ajak teman dan keluarga besar, datang pakai tiga mobil,” katanya.


