SUARATERKINI, Gorontalo Utara – Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi terus memperkuat pembangunan di kawasan transmigrasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini disampaikan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan transmigrasi Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis 9 April 2026.
Dalam kunjungannya, Wamen Transmigrasi Viva Yoga menegaskan bahwa pemerintah tengah menjalankan berbagai program strategis, termasuk rehabilitasi Sekolah Dasar serta pembangunan fasilitas toilet yang layak.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden agar seluruh fasilitas pendidikan memiliki kondisi yang baik, nyaman, dan bersih.
“Kami memberikan bantuan rehabilitasi Sekolah Dasar dan pembangunan toilet, karena instruksi Presiden sekolah harus bagus, nyaman, dan toiletnya bersih,” ujarnya.
Selain sektor pendidikan, Kementerian Transmigrasi juga fokus pada pembangunan infrastruktur dasar. Di antaranya pembangunan jalan rabat sepanjang dua kilometer yang akan terus dilanjutkan, serta rencana pembangunan bendungan sungai untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.
Program-program tersebut merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat transmigrasi. Pemerintah berharap, melalui berbagai program ini, masyarakat dapat mengalami peningkatan taraf hidup, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
“Kami ingin masyarakat transmigrasi bisa berubah nasib, pendapatannya lebih baik, serta mampu hidup berdampingan dan bergotong-royong dengan masyarakat lokal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab Kementerian Transmigrasi tidak hanya terbatas pada warga transmigran, tetapi juga mencakup masyarakat lokal yang tinggal di kawasan tersebut.
Menjawab pertanyaan terkait peran kawasan transmigrasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Viva Yoga menyebut bahwa kawasan transmigrasi selama ini telah menjadi salah satu lumbung pangan dan sentra produksi beras di Indonesia.
Untuk memperkuat peran tersebut, Kementerian Transmigrasi bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian, termasuk penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Kami mendata kebutuhan petani transmigrasi, kemudian berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian dalam penyediaan anggaran, sarana prasarana, serta infrastruktur pendukung. Program ini sudah berjalan,” pungkasnya.


