Ekonomi Kreatif: Ruang Inklusif bagi Perempuan untuk Bangun Resiliensi Nasional

AdvertisementAds

Suaraterkini.com,- Peran perempuan dalam pembangunan nasional kembali mendapat sorotan strategis. Di tengah tantangan global dan percepatan transformasi digital, kepemimpinan perempuan dinilai menjadi kunci dalam memperkuat resiliensi nasional sekaligus mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Nasional dan Lokakarya bertema “Peran Kepemimpinan Perempuan dalam Pengembangan Kemandirian dan Resiliensi Nasional” yang digelar di Balaikota Jakarta, Rabu (8/4).

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif kini menjadi ruang strategis yang semakin terbuka bagi perempuan, terutama dengan dukungan teknologi digital yang kian masif.

“Ekonomi kreatif membuka peluang besar tanpa melihat latar belakang. Dengan dukungan teknologi, perempuan dapat berkarya dari mana saja dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi. Ini adalah ruang inklusif yang memungkinkan siapa pun untuk berkontribusi,” ujarnya.

Irene menambahkan, ekonomi kreatif tidak hanya menjadi wadah ekspresi dan inovasi, tetapi juga berperan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru (the new engine of growth). Melalui sektor ini, perempuan didorong untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.

BACA JUGA:  Dukung Seniman Perempuan, PHMHOTELS Gelar Art Music Festival 2022

“Kuncinya adalah keberanian untuk memulai dan kepercayaan terhadap diri sendiri,” tegas Irene.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menekankan pentingnya memastikan perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor utama dalam proses pembangunan.

“Perempuan harus menjadi bagian dari proses pembangunan. Kebijakan afirmatif diperlukan agar perempuan terlibat dalam strategi ekonomi dan pengambilan keputusan,” ujarnya.

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, menegaskan bahwa penguatan peran perempuan selalar dengan Asta Cita ke-4 yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Ketahanan bangsa dibangun dari tingkat keluarga. Dalam berbagai kondisi, perempuan memegang peran penting dalam menjaga keberlangsungan tersebut. Karena itu, penguatan kapasitas perempuan menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia,” jelasnya.

Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam forum ini menjadi langkah konkret dalam merumuskan kebijakan yang lebih terintegrasi, sekaligus memastikan implementasi program yang berdampak nyata di masyarakat.

Kementerian Ekonomi Kreatif menilai bahwa penguatan kepemimpinan perempuan, khususnya melalui sektor ekonomi kreatif, merupakan strategi penting untuk memperluas partisipasi masyarakat serta memperkokoh fondasi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.