Wamen Transmigrasi Dorong Kawasan Pulubala Jadi Pusat Pertumbuhan Baru

AdvertisementAds

SUARATERKINI, Gorontalo – Wakil Menteri Transmigrasi (Wamen) Viva Yoga Mauladi menegaskan pentingnya penguatan kawasan transmigrasi sebagai motor penggerak pembangunan dan pemerataan ekonomi nasional saat melakukan kunjungan kerja di kawasan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Rabu 8 April 2026.

Dalam sambutannya, Wamen Viva mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya bisa bertemu langsung dengan masyarakat, khususnya warga transmigrasi yang telah lama menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.

Ia mengingatkan bahwa program transmigrasi di Gorontalo telah berlangsung sejak tahun 1973, tepatnya di Kecamatan Tolangohula pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Program tersebut, kata dia, menjadi fondasi dalam membangun keberagaman sekaligus memperkuat persatuan bangsa.

“Melalui transmigrasi, perbedaan suku, adat, dan budaya dapat menyatu. Pernikahan antar suku kini menjadi hal yang biasa, ini adalah bukti kuatnya nilai kebangsaan yang terbangun,” ujar Viva.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Transmigrasi kini memiliki empat amanat utama. Pertama, memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui pemerataan penduduk. Kedua, mengentaskan kemiskinan dengan memberikan akses lahan sebagai bagian dari reforma agraria.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Minta Bantuan Kemenhub Percepat Vaksinasi

Ketiga, mendukung swasembada pangan nasional. Wamen mencontohkan keberhasilan kawasan transmigrasi Telang di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, yang mampu menjadi salah satu sentra produksi beras terbesar di Indonesia meski berada di lahan pasang surut.
“Ini membuktikan bahwa dengan kerja keras, kawasan transmigrasi bisa berkembang di berbagai kondisi,” jelasnya.

Keempat, menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ia menyebutkan, sejak era Presiden Soekarno hingga saat ini, program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, serta tiga ibu kota provinsi, yakni Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 60 proposal dari pemerintah daerah yang mengajukan pembukaan kawasan transmigrasi baru.

Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan pembangunan di wilayah-wilayah yang masih terisolasi.
“Masih ada daerah yang belum berkembang dan minim penduduk. Transmigrasi hadir untuk menghidupkan kawasan tersebut melalui aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya,” tambahnya.

Untuk Kabupaten Gorontalo, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp9,5 miliar pada tahun 2025. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan berbagai infrastruktur, seperti fasilitas pendidikan, sanitasi, rehabilitasi balai UPT, hingga peningkatan jalan di kawasan transmigrasi.

BACA JUGA:  Wamen Transmigrasi Dorong Pembangunan Infrastruktur dan Pendidikan di Kawasan Transmigrasi Sumalata

Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan sebanyak 109 Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada masyarakat. Viva menegaskan bahwa sertifikat tersebut merupakan bukti legal kepemilikan tanah yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan untuk diperjualbelikan.

“Silakan dimanfaatkan untuk usaha, bahkan bisa dijadikan jaminan ke bank. Tapi tidak boleh dijual karena ini adalah bentuk kehadiran negara untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wamen Viva mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi sosial dan mendukung program pembangunan daerah. Ia juga menyampaikan harapan agar kawasan Pulubala dapat berkembang menjadi contoh kawasan transmigrasi yang maju dan mandiri.