SUARATERKINI, Jakarta – Pusat Integrasi Islam dan Mata Kuliah Universitas (PII MKU), Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) untuk ketiga kalinya menggelar konferensi international kali ini membawa tema Financial Technology Fintech On The Perspective Of Law and Syariah Economy.

Dalam konferensi tersebut, UAI menggaet Institut Internasional Pemikiran Islam (IIIT) sebagai lembaga kerjasama dalam melaksanakan konferensi yang diadakan pada tanggal 8 Oktober 2019 lalu di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al Azhar Indonesia (UAI).

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc selaku rektor UAI, sekaligus membuka konferensi internasional menyampaikan,” acara ini bertujuan untuk memperkuat komitmen di antara para sarjana muslim dalam menemukan persimpangan pesan wahyu dalam Kitab Suci dengan temuan-temuan ilmiah dari ilmu pengetahuan modern.

Melalui Konferensi ini diharapkan keikutsertaan cendekiawan Muslim di bidang ekonomi dan bisnis keuangan, serta cendekiawan muslim dari berbagai disiplin ilmu untuk berbagi pengalaman mereka dalam mengembangkan teori pengetahuan di bidangnya masing-masing yang terintegrasi dan selaras dengan pola pikir pemikiran Islam,” jelasnya.

Sebanyak 200 peserta hadir, 16 Kedutaan, 5 Duta Besar, 11 Rektor dari PTN dan PTS, serta civitas akademika UAI hadir mengikuti konferensi ini,” tambahnya.

UAI mendapat kehormatan khusus dengan hadirnya beberapa keynote speaker diantaranya adalah, H.E. Mr. Ibrahim Ali Shoukry, Islamic Development Bank; “Role of Islamic Finance in Fast-Changing World”, hadir pula Triyono, MBA yang mewakili Wimboh Santoso, S.E., M.Sc Ph.D yang berhalangan hadir, membawakan tema “Financial Policy: Regulation and Control of Financial Technology System”.

Tidak hanya itu saja, pembicara lainnya seperti Associate Prof. Sonny Zulhuda, Ph.D, MCL; “Financial Technology Regulated System and Its Benefit for the Maslahat of Ummah”, . Sajid Bokhari, Senior Associate, Private Capital Markets-National Australia Bank Limited; “Fintech Opportunities for the Halal Industry.Mr. Guntur yang hadir mewakili Dr. Sapta Nirwandar, Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center; “Halal Lifestyle in the Era of Financial Technology”, . Mohd Yazrie bin Mohd Shukri, Enterpreneur/Founder YAZ Ventures; “Industrial Revolution 4.0: A Wake Up (and Alarming) Call for the Ummah” turut hadir dalam acara ini.

Selain acara ini, diselenggarakan pula Working Group Discussion yang dihadiri oleh 13 PT yang akan bergabung dalam konsorsium diantaranya adalah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta, Universitas Islam Indonesia Jogjakarta, dan tentu saja Universitas Al Azhar Indonesia.

Turut memberikan arahan pada sesi ini Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc, Ph.D, Direktur Jenderal Ditjen Sumber Daya IPTEK Kemenristekdikti yang sangat mendukung dan mengapresiasi terbentuknya konsorsium ini, dan berharap konsorsium ini dapat terus melaksanakan kajian-kajian yang membawa pencerahan untuk ummat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here