SUARATERKINI, Tangerang, Masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) seksi 1A yang menghubungkan ujung jalan tol eksisting Ulujami-Pondok Aren-Serpong telah diresmikan Presiden RI Joko Widodo, dan beroperasional sejak Selasa (20/9) lalu.

Menurut Jokowi, Tol Serbaraja sepanjang 4km ini merupakan bagian dari lanjutan pembangunan Tol JORR 3, bersama Tol JORR 2 yang direncanakan selesai pada 2023. Pembangunan Tol Serbaraja ini bertujuan untuk mempercepat mobilitas masyarakat serta mengurai kemacetan di DKI jakarta khususnya dari arah Barat ke Timur atau sebaliknya agar tidak perlu melalui tengah Jakarta.

Dengan beroperasinya Tol Serbaraja seksi 1A ini tentu akan diikuti dengan tingginya kebutuhan akan hunian yang berkualitas dengan harga terjangkau, dan menghadirkan aksesibilitas yang mudah ke berbagai tujuan.

Ciputra Group melalui anak usahanya Ciputra Residence, menghadirkan proyek terbarunya, yaitu CitraGarden Serpong, lokasi strategis berjarak 10 menit dari Pintu Tol Serpong Balaraja seksi 1A.

“CitraGarden Serpong kami kembangkan dengan konsep Green Development, di atas rencana total lahan seluas 350 Ha,” ungkap Budiarsa Sastrawinata, Managing Director Ciputra Group.

Keunggulan lain dari CitraGarden Serpong adalah lokasi berjarak 1 menit dari Stasiun KA Cisauk yang sudah terkoneksi dengan Terminal Intermoda (hub transportasi) dan hanya berjarak 10 menit dari AEON Mall, Universitas Atma Jaya, dan Universitas Prasetya Mulya.

Konsep pengembangan Green Development di CitraGarden Serpong akan mengikuti konsep pengembangan berkelanjutan EcoCulture yang diusung oleh PT Ciputra Residence. Adapun beberapa langkah penting yang akan dilakukan terkait program EcoCulture yaitu kawasan- kawasan hunian dan area komersial didesign lebih hijau, infrastruktur dan penataan jalan utama lebih hijau, pembuatan jalur pejalan kaki (pedestrian) yang menghubungkan kawasan hunian dan komersial, pembuatan ribuan lubang biopori untuk menjaga kualitas resapan air tanah, dan penyediaan danau sebagai retention pond. Selain itu, penerangan jalan umum (PJU) akan menggunakan lampu hemat energi LED.

“Kami juga akan memperbanyak tanaman peneduh untuk menyegarkan lingkungan agar bisa menurunkan suhu di areal mikro, sekaligus memperbanyak oksigen di lingkungan ini,” katanya.

Di samping perawatan lingkungan dan pembangunan infrastruktur, menurut Budiarsa, seluruh pembangunan hunian dan area komersial di CitraGarden Serpong akan menggunakan material bangunan ramah lingkungan, misalnya mengurangi pemakaian bahan kayu dan tidak memakai produk-produk yang tidak ramah lingkungan lainnya.

Menurutnya, cara ini dilakukan untuk menyempurnakan hunian ramah lingkungan, sehingga semua produk rumah, ruko dan perkantoran didesain dengan pertimbangan pencahayaan alami dan sirkulasi udara dengan matang. “Ini didasari dengan studi sun path analysis, wind profiling, dan solar exposure, sehingga desain rumah disesuaikan dengan konsep green house dengan memanfaatkan bukaan ruang yang memudahkan cahaya masuk dan udara bersirkulasi sempurna, sehingga rumah akan lebih terang secara alami meski tidak banyak menggunakan lampu, sekaligus kesejukan akan tetap terjaga dengan meminimalkan kerja AC,” jelas Budiarsa.

Pengembangan tahap awal, CitraGarden Serpong akan memasarkan terlebih dahulu 2 cluster sekaligus Rumah Tapak (landed house) dengan harga terjangkau yang terdiri dari rumah 1 lantai dan rumah 2 lantai, yang rencananya akan Grand Launching di Februari 2023.

“Rencananya mulai tanggal 10 Oktober 2022, untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi mengenai CitraGarden Serpong, kami akan membuka Marketing Lounge CitraGarden Serpong di Mall Living World Serpong (lokasi di sebelah ATM Center BCA). Sebagai informasi tambahan, di akhir tahun 2022 akan di adakan Pre-Launching dalam jumlah unit sangat terbatas” tambah Yance Onggo, Marketing Director Ciputra Residence. (Rep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here