Suaraterkini, Jakarta,- Revolusi Industri 4.0 memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia menjadi entrepreneurship atau generasi wirausaha.

Hal tersebut diungkapkan Pengusaha Muda Indonesia Sandiaga Uno saat memberikan orasi ilmiah pada acara wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI) yang ke 47 yang dilaksanakan di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, (3/12).

” Wisuda atau lulus dari bangku kuliah bukanlah akhir belajar, justru itu awal mula mengaktualisasikan ilmunya, baik profesional maupun entrepreneurship yang akan membuka usaha secara mandiri” jelasnya.

Sandi menitipkan dua pesan. Pertama, kenali diri sendiri. Kedua, identifikasi seluruh peluang yang ada di sekitar.

“Jangan mau hanya dijadikan pasar. Jadilah generasi produktif, jadilah generasi produktif, jadi gerasi yang ikut menjadi pemain, bukan penonton,” katanya di hadapan 967 wisudawan.

Sandi yakin generasi muda Indonesia akan menjadi pemain dari kemajuan ekonomi Indonesia 20 sampai 25 tahun mendatang.

“Saya selalu sampaikan gerasi kita kedepan harus generasi pro aktif, generasi yang berani mengambil resiko, generasi yang berinofasi, itu ciri-ciri yang membawa Indonesia maju ke depan,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai perkembangan akutansi kedepan, pengusaha muda sukses itu yakin ada beberapa pekerjaan rutin terkait akutansi akan tergantikan. Namun, bakal timbul lapangan -lapangan kerja baru seperti analitik terhadap bigdata dan lainnya.

“Menjadi tugas dunia usaha dan akademsi untuk merumuskan kurikulum baru agar akutasi tidak ketinggalan,” ucap mantan cawapres ini.

Sementara Ketua STEI Ridwan Maronrong mengatakan, untuk mencetak lulusan yang bisa beradaptasi 4.0, maka STEI bekerjasama dengan industri, sehingga link and match antara dunia pendidikan dan industri.

” STEI telah bekerjasama dengan perusahaan swasta dalam dan luar negeri, supaya lulusan STEI siap kerja” tuturnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia,  STEI membekali lulusannya dengan Sertifikat Pendamping Ijazah, sesuai program studi atau jurusan yang di ambil dan Toefl.

Untuk memenuhi kebutuhan manajemen berbasis digital, pada tahun ajaran 2020/2021, STEI buka program baru yaitu manajemen Bisnis Digital, tambahnya.

Kedepannya, Ridwan mentargetkan STEI akan membuka kelas internasional dimulai dengan perkuliahan dengan bahasa Inggris, tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here