SUARATERKINI, Jakarta – Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA), pemimpin global di bidang teknologi kesehatan, dan Mandaya Royal Hospital Puri mengumumkan perjanjian kerja sama strategis yang mengintegrasikan rangkaian lengkap teknologi dan solusi kesehatan mutakhir yang akan membawa pelayanan kesehatan kelas dunia kepada pasien dan staf di Mandaya Royal Royal Hospital Puri.

Kesepakatan ini mencakup teknologi pencitraan dan terapi dengan panduan gambar pertama di Indonesia, integrasi solusi informatika dan solusi pemantauan terkoneksi untuk mendukung pemberian perawatan klinis yang terdepan.

Kemitraan ini juga mencakup solusi Philips’ Ambient Experience, teknologi yang dirancang menggunakan pencahayaan dinamis, proyeksi dan suara untuk meningkatkan pengalaman pasien dan staf. Kerja sama ini didukung oleh Netherlands’ Export Credit Agency dan merupakan kali pertama untuk Philips di Indonesia.

Mandaya Royal Hospital Puri direncanakan akan mulai beroperasi pada awal 2021 ini memiliki lebih dari 350 tempat tidur, enam ruangan operasi, lebih dari 100 ruang pemeriksaan pasien, tiga pusat medis terkini: Pusat Penyakit Jantung, Pusat Penyakit Kanker Lanjutan, dan Pusat Ilmu Penyakit Saraf, serta 14 klinik spesialis terlengkap, dan diharapkan dapat melayani lebih dari seribu pasien setiap harinya.

Dirancang untuk menjadi rumah sakit rujukan nasional di nusantara, Mandaya Royal Hospital Puri bertujuan memberikan perawatan yang berpusat pada pasien, yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien, dengan menggunakan teknologi medis canggih untuk meningkatkan hasil akhir perawatan pasien.

Philips akan mendukung Mandaya Royal Hospital Puri dengan pendekatan end-to-end, menyediakan solusi terintegrasi selama masa kesepakatan untuk mendorong peningkatan hasil perawatan, pengalaman pasien, kualitas perawatan, dan efisiensi.

Kami sangat mendukung tujuan pemerintah untuk membuat centers of excellence yang dapat membantu integrasi pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia,” ujar Dr. Benedictus R. Widaja, MBChB (UK), Presiden Direktur Mandaya Hospital Group.

“Mandaya Royal Hospital Puri sejak awal dirancang sebagai fasilitas kesehatan yang berfokus pada pasien. Mulai dari arsitektur, tata ruang, hingga pencahayaan semua dirancang untuk menciptakan pengalaman pasien yang positif dan menyenangkan.

Filosofi kami juga sejalan dengan konsep Philips yang menghubungkan pasien dan penyedia layanan agar tercipta perawatan yang efektif, terkoordinasi, dan dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan pasien.

Membangun layanan medis untuk kesehatan dan kenyamanan pasien adalah hal-hal yang kami tawarkan di Mandaya Royal Hospital Puri.”

Sebagai pemimpin global di bidang teknologi kesehatan, Philips menyediakan inovasi bermakna melalui kolaborasi dengan penyedia layanan kesehatan agar dapat menyediakan pelayanan kesehatan berbasis nilai,” ujar Pim Preesman, Presiden Direktur Philips Indonesia.

“Kami membawa solusi yang dapat menyederhanakan pelayanan kesehatan melalui pendekatan terintegrasi untuk mencapai hasil perawatan yang lebih baik; meningkatkan pengalaman pasien dan staf; serta menurunkan biaya perawatan.

Kami sangat senang dapat bermitra dengan Dr. Ben dan timnya untuk membangun rumah sakit dengan teknologi terdepan yang berfokus pada perawatan pasien berbasis teknologi pintar dan inovasi.”

Mandaya Royal Hospital Puri nantinya akan dilengkapi dengan teknologi serta solusi terdepan dari Philips, termasuk generasi lanjutan image-guided therapy Azurion, Ingenia Ambition MR, MR pertama di dunia yang beroperasi tanpa helium, dan IQon Spectral CT detector pertama dan satu-satunya di dunia yang berbasis spectral CT.

Solusi informatika gabungan, termasuk IntelliBridge Enterprise dan Vue PACS juga akan digunakan untuk mendukung kolaborasi dan optimalisasi alur kerja sehingga memperpendek jalur untuk mendapatkan keputusan diagnosis yang tepat.

Sistem pemantauan pasien terkoneksi dan solusi analisis terintegrasi dari Philips memungkinkan pemantauan pasien berkelanjutan saat mereka berada di rumah sakit. Hal ini memberikan solusi komprehensif selama proses pengobatan dan penyembuhan berlangsung.

Salah satunya adalah IntelliSpace Critical Care and Anesthesia (ICCA) – sistem pendukung pengambilan keputusan klinis tingkat lanjut dan solusi untuk pendokumentasian otomatis, menyediakan analitik, serta  manajemen dan pelaporan perawatan terintegrasi pada keseluruhan siklus di ruang perawatan ICU.

Sistem lain yang akan digunakan ialah IntelliVue Guardian Solution (IGS), sistem pemantauan pasien dan alur kerja yang mengawasi dan mengidentifikasi apabila ada tanda-tanda terjadinya kerusakan atau memberikan peringatan terkait kondisi fisik pasien, sehingga para tenaga kerja kesehatan dapat melakukan intervensi tepat waktu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here