SUARATERKINI, Tanjungpandan – Kaum perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam kerukunan umat beragama. Berbagai peristiwa yang terjadi di beberapa wilayah menuntut peran perempuan sebagai tokoh sentral dalam keluarga.

“Ada tiga hal  penting yang harus dimiliki perempuan yaitu karakter, pendidikan dan sikap dan tingkah laku kehidupan sehari hari,” ujar Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUP) Kabupaten Belitung, Romo Budi Dhamapanno dalam Dialog FKUP di Tanjungpandan, Sabtu (3/4).

Menurutnya, berbagai kerusuhan dan teror yang terjadi dibeberapa wilayah harus dilakukan upaya pencegahan dan penanganan oleh semua elemen termasuk perempuan.

“Perempuan sebagai dinamisator dalam keluarga, dilaksanakannya dialog perempuan lintas agama dalam rangka untuk menjaga kerukunan umat beragama di Kab. Belitung,” ujarnya dalam forum tersebut.

Dalam bertema “Peran Perempuan dalam Merajut Kerukunan Lintas Agama” tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Belitung, Fedi Malonda menambahkan, bahwa kerukunan harus dimulai dari kelompok kecil yaitu keluarga, kemudian kelompok masyarakat, lalu kemudian melahirkan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

“Permasalahan karena perbedaan yang ada, bukan pada agama atau keyakinan, justru terjadi karena penafsiran yang salah. Kerukunan harus mengikuti perubahan yang terjadi,” kata Fedi.

Fedi melanjutkan, bahwa kerukunan agama berada di baris terdepan bangsa, yaitu bagian dari stabilitas nasional. Jika stabilitas sudah baik, pertumbuhan ekonomi akan baik dan terjadi pemerataan.

“Pemahaman individu dalam kelompok yang berbeda biasanya menjadi penyebab terjadinya perpecahan, oleh karena itu kerukunan harus mengikuti perkembangan dan perubahan yang ada, perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kerukunan umat beragama,” tambahnya. (wil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here