SUARATERKINI, Jakarta – Menurut data yang diambil dari Global Cancer Observatory 2018 dari World Health Organization (WHO), menunjukkan bahwa kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, yaitu dengan jumlah 58.256 kasus atau 16,7% dari total 348.809 kasus kanker.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Riskedas 2018 menyatakan bahwa tingginya angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk dengan rata-rata kematian akibat kanker ini mencapai 17 orang per 100 ribu penduduk.

Melihat data tersebut, diperlukan upaya pencegahan berupa deteksi dini untuk perempuan usia 30-50 tahun, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kanker payudara pada perempuan, khususnya di Indonesia.

Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari kelenjar, saluran kelenjar, dan jaringan penunjang payudara,” ujar dr. Hastarita, Medical Departemen PT Kalbe Farma Tbk di acara Zoom Media Webinar Breast Cancer Awareness Month 2020, Selasa (8/9/20).

Menurutnya, salah satu opsi bagi pasien yang telah terdiagnosa kanker payudara pada stadium tertentu adalah dengan melakukan operasi pengangkatan.

Ada dua jenis operasi pengangkatan kanker payudara yaitu pertama Mastektomi, operasi pengangkatan seluruh jaringan payudara. Dan, kedua Lumpektomi, operasi pengangkatan kanker atau jaringan abnormal pada payudara dengan menyisakan jaringan sehat,” lanjut dr. Hastarita.

Hastarita lebih lanjut menjelaskan, memang kanker payudara menjadi salah satu masalah kesehatan dunia yang menyebabkan kematian paling tinggi.

Upaya mendeteksi dini kanker payudara dilakukan dengan menggunakan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) atau screening pada perempuan usia 30-50 tahun.

Namun demikian, jika kanker payudara terlihat memasuki stadium lebih lanjut maka akan dilakukan tindakan mastektomi, yaitu operasi pengangkatan seluruh jaringan payudara, baik salah satu atau kedua payudara wanita.

Lebih dini penyakit kanker ditemukan, dan mendapat penanganan sejak awal, maka peluang untuk sembuh pun jauh lebih besar,” tegas dia.

One Onco adalah sebuah layanan (ekosistem) onkologi terintegrasi, yang memberikan solusi komprehensif kepada pasien kanker, melalui layanan diagnostic terpadu, terapi (pengobatan) hingga komunitas.

Harapannya dengan adanya layanan holistic ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dari pasien kanker dan keluarganya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here