Suaraterkini.com, Depok,- Tim Pengabdi Masyarakat (Pengmas) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), yang diketuai Doni Hikmat Ramdhan, PhD, berkolaborasi dengan praktisi dibidang 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) memberikan pelatihan kepada pengrajin tempe Kota Depok,(24/12) lalu.

Menurut Doni, berdasarkan evaluasi kegiatan Pengmas yang dilakukan pada tahun 2019, diketahui bahwa para pengrajin tempe masih mengunakan metode kerja yang tidak sehat dan peralatan yang tradisional, seperti merebus kacang kedelai mengunakan drum bekas oli dan tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini sangat mengkhawatirkan terutama dalam masa pandemic Covid-19.

“Pada masa pandemi Covid-19 ini, perlu diterapkan protokol kesehatan, pendampingan, pembekalan serta pelatihan bagi pengrajin tempe. Sebagai contoh sebelum memulai kegiatan produksi tempe para pengrajin diwajibkan untuk mencuci tangan, melakukan pengecekan suhu, dan penggunaan masker saat bekerja. Selain itu drum untuk memasak dapat di ganti dengan dandang Food Grade Stainless Steel 304. Untuk APD mengunkan sarung tangan anti panas” ujar Doni.

Sementara itu salah seorang pengrajin tempe, Rasjani memgucapkan terimakasih dengan hadirnya Pengmas FKM UI, para perngrajin tempe mendapat banyak masukan dan bantuan dalam menghasilkan tempe yang berkualitas. “Kami pengrajin tempe kepengen maju dan hasil tempe kami lebih baik lagi” ujar Rasjani.

Selain itu menurut Sri, salah satu praktisi 5R yang ikut serta dalam memberikan pelatihan, Budaya kerja 5R bukan hanya sekedar membuat tempat kerja menjadi nyaman, tapi juga mengubah mental pekerja menjadi lebih teratur, sistematis, dan selalu higienis, yang akhirnya tentu saja dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil kerja, sehingga produksi tempe berdaya saing.

Setelah pelatihan selesai, Tim Pengmas FKM UI juga tetap melakukan pendampingan kepada para pengrajin tempe. Kegiatan Pengmas FKM UI akan terus berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi khususnya pada UMKM pengrajin tempe di Kota Depok.

“Kami berharap para pengrajin tempe dapat terus melaksanakan apa yang didapat pada pelatihan dan pendampingan sehingga menjadi budaya yang baik kedepannnya dan program pengmas FKM UI kedepannya akan berlajut ke tahap branding produk tempe yang sudah berkualitas”. Tambah Doni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here