suaraterkini, Jakarta,- Penggunaan Monosodium Glutamate atau MSG sebagai penyedap makanan tidak berbahaya bagi kesehatan selama penggunaannya dilakukan dengan bijak, yang artinya bahan penyedap rasa itu digunakan sesuai dengan porsinya, tidak berlebihan.

Hal tersebut dikatakan ketua umum Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Prof. DR. Dr. Nurpudji A. Taslim, MPH, SpGK(K) dalam acara konferensi pers yang membahas mengenai penggunaan bumbu penyedap rasa dan efeknya bagi kesehatan, di Jakarta tadi siang (5/2).

“Pembahasan mengenai Monosodium Glutamate atau MSG memang masih marak dibicarakan karena begitu banyaknya mispersepsi yang terjadi di kalangan masyarakat mengenai efek negatifnya terhadap kesehatan” tuturnya.

Menurutnya sejak berabad-abad yang lalu, MSG merupakan penyedap rasa alami yang diperoleh dari hasil pengolahan rumput laut dan kini dengan berkembangnya teknologi, MSG dibuat dari proses fermentasi tepung yang pengolahannya mirip seperti membuat cuka, minuman anggur (wine) ataupun yoghurt.

Asam glutamat yang terkandung dalam MSG tidak memiliki perbedaan dengan asam glutamat yang terkandung dalam tubuh manusia dan dalam bahan-bahan makanan alami seperti keju, ekstrak kacang kedelai dan tomat,t ambahnya.

Sementara GM Marketing PT Sasa Inti Albert Dinata, selaku produsen Sasa MSG yang telah lama hadir di Indonesia merasa perlu untuk memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai penggunaan bumbu penyedap rasa kepada masyarakat dengan melakukan kerja sama edukasi bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI).

“penggunaan bumbu penyedap rasa ini adalah agar persepsi yang kurang tepat yang selama ini berkembang dalam masyarakat dapat diluruskan kembali. Kami ingin agar masyarakat merasa aman untuk menggunakan MSG dalam masakan, seperti yang telah dipaparkan dengan jelas oleh dokter” tuturya.

MSG, Lanjut Albert, terbuat dari bahan alami dan diolah melalui proses fermentasi sehingga selain dapat memperkaya rasa berbagai masakan, MSG juga aman dikonsumsi selama tentunya digunakan dengan bijak, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here