Unversitas Trilogi menggelar wisuda dengan tema ‘Membangun Kemandirian Generasi Penerus Yang Tanggung Untuk Indonesia Gemilang,’ sebanyak 796 orang mengikuti prosesi wisuda yang dilakukan secara drive thrue ini dapresiasi oleh Menteri Desa Pembangaunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar.

Menurutnya, saat ini Indonesia menjadi salah satu negara yang akan menikmati bonus demografi, sehingga kunci keberhasilan Indonesia mengkonversi bonus demografi menjadi berkah, adalah terletak pada kemampuan menyiapkan generasi usia produktif yang berkualitas, dalam hal ini adalah generasi Z dan X.

“Menjadi tugas kita bersama membentuk generasi yang mandiri, yang mempu berperan aktif dalam pembangunan, tahan dalam banyak perubahan, mampu survive dalam era ketidakpastian yang sedang melanda dunia kini,” ungkap Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar kepada para wisudawan Universitas Trilogi.

Oleh karena itu, lanjutnya, inilah saatnya para mahasiswa, para sarjana, kaum terpelajar, ambil bagian dalam membangun Indonesia dari pinggiran, mewujudkan Indonesia maju, dari desa. Selanjutya, disampaikannya jgua bahwa kemajuan Indonesia ditentukan oleh kemajuan desa-desa seluruh Indonesia. Indonesia Gemilang, karena adanya nyala lilin dari 74.961 desa.

“Karena itulah, saya berharap, para wisudawan yang di wisuda di Universitas Trilogi ini, akan kembali ke desanya masing-masing, dan berkiprah membangun desa, membersamai warga desa dalam meningkatkan ekonominya, serta membantu desa melakukan percepatan pencapaian 18 tujuan SDGs Desa,” harap Abdul Halim Iskandar.

Sejalan dengan apa yang disampaikan Mendes PDTT, Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ), Arissetyanto Nugroho, juga menuturkan saat ini wisudawan memang ditantang untuk segera kembali berbaur dengan keluarga dan lingkungannya.

“Para wisudawan harus melakukan kerja nyata untuk memberikan perubahan berbasiskan ilmu pengetahuan. Bukan sebaliknya membuat kegaduhan dan kegamangan di lingkungan. Ilmu pengetahuan sejatinya membawa energi perubahan yang baik. Ilmu pengetahuan merupakan penerang yang memudahkan manusia meniti jalan. Maka tidaklah tepat jika wisudawan yang telah memiliki ilmu yang cukup, justru tidak menjadi penerang bagi lingkungannya,” sampai ketua yayasan yang menaungi Universitas Trilogi ini.

Sementara itu, Rektor Universitas Trilogi menyampaikan bahwa saat ini lulusan kampusnya terbukti tidak kesulitan mencari kerja, pasti mendapatkan pekerjaan, atau menciptakan kerja. Beberapa wisudawan bahkan sudah memiliki kelompok usaha di berbagai bidang dan berbagai sektor sebagai teknopreneur dan sosiopreneur.

“Bahkan 83% mereka yang diwisuda hari ini telah mendapatkan pekerjaan pada masa menunggu lebih dari 3 bulan saja, namun yang perlu dicatat ada 10% masa tunggu kerjanya hanya 1-2 bulan sebelum lulus, bahkan 17% hanya menunggu 1-2 bulan setelah lulus,” ujar ekonom ini.

Terkait dengan tem besar wisuda, Rektor juga berharap agar wisudawan bisa menjadi generasi penerus bangsa dan dapat mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional, bermodal kekuatan moral idelisme, dasar yang membuat ia mampu disebut sebagai agent of change (agen perubahan) dan agent of social control (agen pengawas sosial) yaitu kekuatan moralnya.

“Pembangunan Nasional Generasi muda diharapkan mampu bertanggung jawab dalam menjaga Pancasila, keutuhan NKRI, dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan demikian kesadaran Generasi muda akan kecintaan terhadap tanah air dan bangsanya semakin meningkat,” ujar Rektor Universitas Trilogi ini.

Sebagai tambahan, Universitas Trilogi memiliki berbagai program studi, diantaranya S1 dan S2 Manajemen, S1 Akuntansi, S1 Ekonomi Pembangunan, S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Desain Produk, S1 Sistem Informasi, S1 Teknik Informatika, S1 Agribisnis, S1 Agroekoteknologi, S1 Ilmu dan Teknologi Pangan, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan S1 Pendidikan Guru PAUD (PG-PAUD). (Rep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here