SUARATERKINI, Tanjungpandan – Nilai ekspor yang diperoleh Kabupaten Belitung sampai bulan Maret 2021 sudah mencapai Rp 20,690 miliar, atau sudah melampaui target tahun 2021 sebesar Rp 10,997 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Pejabat Pemeriksa Bea Cukai (PBC) Pertama Bea Cukai Tanjungpandan, Bayu Syatrya kepada SuaraTerkini, Kamis (18/3).

Menurut Bayu, target Bea Cukai Tanjungpandan di tahun 2021 adalah Rp 10,997 Milyar dengan rincian Bea Masuk Rp 747 juta, dan Bea Keluar = Rp 10,250 Milyar.

Pejabat Pemeriksa Bea Cukai (PBC) Pertama Bea Cukai Tanjungpandan, Bayu Syatrya

“Benar, sudah melampaui target, namun biasanya akan ada penyesuaian target melalui APBN-P,” kata Bayu.

Pihaknya menambahkan, rincian besaran volume ekspor dan nilainya sampai Maret 2021 yaitu Ikan kerapu hidup dengan volume ekspor 23,91 ton dengan devisa sebesar USD 143.400.

“Kemudian Kaolin dengan volume ekspornya yaitu 21.032 Ton dengan devisa sebesar CNY 2.735.640 dan USD 786.211 karena menggunakan dua mata uang yaitu Yuan Cina dan Dolar Amerika,” katanya.

Disamping itu, untuk CPO (Crude Palm Oil/minyak sawit) dan turunannya sampai bulan maret devisa yang telah disumbang ke negara yaitu sebesar USD 46.757.542.

“Sehingga, sampai dengan bulan Maret 2021, total penerimaan yang bersumber dari bea Keluar yaitu Rp20,690 Milyar, dari target tahun 2021 sebesar Rp 10,250 miliar,” imbuhnya.

Menurutnya, meningkatnya devisa negara dari produk yang diekspor dari Belitung dipengaruhi meningkatnya harga produk CPO dan turunannya atau PKE (_Palm Kernel Expeller_) di dunia.

“Harga CPO dan turunannya termasuk PKE meningkat sejak November 2020, dengan negara tujuan ekspor antara lain Cina, Singapura, dan Bangladesh,” tambahnya.

Hal tersebut berdampak positif sehingga meningkatkan devisa negara dari produk tersebut. (wil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here